[usul] utk membatasi penyebaran virus corona
ntah mungkin blm ketemu, semacam situs, fanpage dr pemerintah terkait penanganan virus corona.
setidaknya utk menginput masukan2
namanya usul, bukan utk sok2an nih.
'katanya' (tolong priksa info lebih lanjut), virus corona yg diluar tubuh manusia (inang), ntah air liur, dahak, ingus, (ntah airmata, darah) yg berada diluar tubuh. misal di pegangan pintu, sarung tangan, tangga jembatan dll.
itu bisa berumur 4-8jam. tergantung suhu ruangan juga katanya.
jika virus yg 'di luar' itu terkena suhu tinggi ato kena antiseptic/disinfectan khusus bisa mati.
nah, meski dibbrp daerah sudah ada isitilah KLB, lockdown terbatas, meliburkan tempat pendidikan, pegawai negri, bahkan keramaian tempat ibadah.
tentu tempat/bidang tertentu masih ada yg aktif.
misal aja semacam ATM utk pengambilah uang, terpikirkan? ttg bekas pegangan di pintunya, ato tombol2 mesin atm-nya. jadi ntah ini usul kecil ato apa, misal spt atm itu (sementara waktu) pintunya dibuka aja selain utk mengurangi bekas pegangan para pengguna yg macem2 asalnya. ACnya juga dimatikan biar di dalam tdk terlalu lembab (hal ini terkait usia virus diluar tubuh manusia/inang) tentu scr berkala juga disemprot disinfectan khusus.
ini contoh kecil dari tempat yg namanya ATM, mungkin juga bank ato tempat2 lain yg situasinya mirip atm.
misal juga tempat perbelanjaan, menyediakan antiseptic, ato malah ada petugas yg menyemprotkan (agar masyarakat tdk menyentuh alat disinfectan).
sterilisasi uang
uang sbg alat tukar tentu rentan sbg media penyebaran. saya baca, BI sudah melakukan karantina uang, nah apakah bank2 lain sudah, & bisa juga dilakukan oleh masyarakat
misal dng :
- menaruh uang ditempat yg panas, ntah di oven, di jemur, klo uang logam bisa di rendam dlm deterjen/sabun
publis penggunaan sarung tangan
utk umum, sarung tangan blm begitu digencarkan. maaf ini analisa saya, penggunaan sarung oleh umum, misal aja yg bahan kain yg lumayan menyerap yg bersifat cair, ada juga sisi baiknya. misal bekas2 sentuhan di tempat umum sedikit terserap ( selain melindungi pengguna), tapi pengguna jg jng nyentuh muka sembarangan. nah, setelah dipake dicuci/rendam dng deterjan yg cukup, trus dijemur lama. ganti dng yg baru. mirip masker, masing personal punya 2-3 sarung tangan utk gantian.
misal pake yg bahan karet juga gapa lebih murah, tapi cocoknya sekali buang klo karet. klo bahan karet/latek yg agak mahal di cuci juga gapa lah
contoh lain:
warung/restoran yg masih buka, alatnya diusahakan 'clean virus' . misal setelah dipakai mungkin di rendam dng 'detergen' dng jumlah & waktu yg cukup. katanya detergen cukup ampuh menghancurkan selaput virus ini. setelah itu baru dibilas dng sabun khusus alat makanan.
pelarangan rokok sementara
yap, convid-19 terkait saluran pernapasan, setidaknya sedikit mengurangi tambahan resiko. peredaran rokok sementara dilarang, merokok ditempat semua tempat umum juga dilarang. ato paling jelek himbauan resmi (meski tdk melarang langsung, tapi lebih nyus lagi klo berani melarang setidaknya sementara lah)
pakaian hitam
warna hitam dianggap lebih menyerap panas (pelajaran sd sih, yap saat saya naik motor di cuaca panas pas pake celana hitam celanaku lebih terasa panas dibanding pake warna lain).
jadi, utk lebih membatasai peredaran virus diluar. siapapun ato pihak2 yg sering diluar bisa pake rangkap luar warna hitam, apakah jaket, rompi, mungkin juga celana, masker, sarung tangan, topi, atopun kain lap. selain saat dipakai, saat di jemur pun akan lebih cepat panas.
contoh : barusan aku jemur uang yg saya bungkus tas kecil bahan polyester warna hitam (tas gadget sih). sampe segitunya saya, saya cukup percaya setiap kebaikan akan mendatangkan keberuntungan
tambahan :
utk musibah dng skala besar, peliputan tv swasta klo bisa dibawah satu kendali. jika ada pejabat yg vital gantian diwawancara personal oleh stasiun tv yg berbeda2, ini apaan coba. padahal jelasin/menyampaikan konten yg sama. utk kasus kecil sih masih mending masing2 tv berebut berita (demi konten gitu loh
)
masalahnya klo pejabat yg vital, biar tdk terganggu fokusnya.
nah, utk kasus corona ini, misal aja yg masuk ruang publish dari pemerintah hanya perwakilan, satu lah (ato dua), nanti bahannya di share. hal ini utk mengurangi jumlah mobilisasi wartawan (btw wartawan itu kan kerjaannya mondar-mandir di ruang publik yg dlm kontek kasus korona juga riskan), elemen2 yg riskan ini pun tentu perlu dibatasi masuk 'ring pemerintahan'.
begitun info corona di daerah2. (ingat ini virus sudah dikategorikan pandemi, mudah menular & cukup ganas), mobilitas pencari berita harus efisien.
china yg relatif homogen, managemennya relatif gampang. macem2 penjara (atut ah) , klo negara yg heterogen/demokrasi biasanya ada elemen2 yg ngeyel. jika managemen tdk efektif penanganan juga akan seiring.
( diedit: 04-16-2020, 11:20 PM )
setidaknya utk menginput masukan2
namanya usul, bukan utk sok2an nih.
'katanya' (tolong priksa info lebih lanjut), virus corona yg diluar tubuh manusia (inang), ntah air liur, dahak, ingus, (ntah airmata, darah) yg berada diluar tubuh. misal di pegangan pintu, sarung tangan, tangga jembatan dll.
itu bisa berumur 4-8jam. tergantung suhu ruangan juga katanya.
jika virus yg 'di luar' itu terkena suhu tinggi ato kena antiseptic/disinfectan khusus bisa mati.
nah, meski dibbrp daerah sudah ada isitilah KLB, lockdown terbatas, meliburkan tempat pendidikan, pegawai negri, bahkan keramaian tempat ibadah.
tentu tempat/bidang tertentu masih ada yg aktif.
misal aja semacam ATM utk pengambilah uang, terpikirkan? ttg bekas pegangan di pintunya, ato tombol2 mesin atm-nya. jadi ntah ini usul kecil ato apa, misal spt atm itu (sementara waktu) pintunya dibuka aja selain utk mengurangi bekas pegangan para pengguna yg macem2 asalnya. ACnya juga dimatikan biar di dalam tdk terlalu lembab (hal ini terkait usia virus diluar tubuh manusia/inang) tentu scr berkala juga disemprot disinfectan khusus.
ini contoh kecil dari tempat yg namanya ATM, mungkin juga bank ato tempat2 lain yg situasinya mirip atm.
misal juga tempat perbelanjaan, menyediakan antiseptic, ato malah ada petugas yg menyemprotkan (agar masyarakat tdk menyentuh alat disinfectan).
sterilisasi uang
uang sbg alat tukar tentu rentan sbg media penyebaran. saya baca, BI sudah melakukan karantina uang, nah apakah bank2 lain sudah, & bisa juga dilakukan oleh masyarakat
misal dng :
- menaruh uang ditempat yg panas, ntah di oven, di jemur, klo uang logam bisa di rendam dlm deterjen/sabun
publis penggunaan sarung tangan
utk umum, sarung tangan blm begitu digencarkan. maaf ini analisa saya, penggunaan sarung oleh umum, misal aja yg bahan kain yg lumayan menyerap yg bersifat cair, ada juga sisi baiknya. misal bekas2 sentuhan di tempat umum sedikit terserap ( selain melindungi pengguna), tapi pengguna jg jng nyentuh muka sembarangan. nah, setelah dipake dicuci/rendam dng deterjan yg cukup, trus dijemur lama. ganti dng yg baru. mirip masker, masing personal punya 2-3 sarung tangan utk gantian.
misal pake yg bahan karet juga gapa lebih murah, tapi cocoknya sekali buang klo karet. klo bahan karet/latek yg agak mahal di cuci juga gapa lah
contoh lain:
warung/restoran yg masih buka, alatnya diusahakan 'clean virus' . misal setelah dipakai mungkin di rendam dng 'detergen' dng jumlah & waktu yg cukup. katanya detergen cukup ampuh menghancurkan selaput virus ini. setelah itu baru dibilas dng sabun khusus alat makanan.
pelarangan rokok sementara
yap, convid-19 terkait saluran pernapasan, setidaknya sedikit mengurangi tambahan resiko. peredaran rokok sementara dilarang, merokok ditempat semua tempat umum juga dilarang. ato paling jelek himbauan resmi (meski tdk melarang langsung, tapi lebih nyus lagi klo berani melarang setidaknya sementara lah)
pakaian hitam
warna hitam dianggap lebih menyerap panas (pelajaran sd sih, yap saat saya naik motor di cuaca panas pas pake celana hitam celanaku lebih terasa panas dibanding pake warna lain).
jadi, utk lebih membatasai peredaran virus diluar. siapapun ato pihak2 yg sering diluar bisa pake rangkap luar warna hitam, apakah jaket, rompi, mungkin juga celana, masker, sarung tangan, topi, atopun kain lap. selain saat dipakai, saat di jemur pun akan lebih cepat panas.
contoh : barusan aku jemur uang yg saya bungkus tas kecil bahan polyester warna hitam (tas gadget sih). sampe segitunya saya, saya cukup percaya setiap kebaikan akan mendatangkan keberuntungan
tambahan :
utk musibah dng skala besar, peliputan tv swasta klo bisa dibawah satu kendali. jika ada pejabat yg vital gantian diwawancara personal oleh stasiun tv yg berbeda2, ini apaan coba. padahal jelasin/menyampaikan konten yg sama. utk kasus kecil sih masih mending masing2 tv berebut berita (demi konten gitu loh
) masalahnya klo pejabat yg vital, biar tdk terganggu fokusnya.
nah, utk kasus corona ini, misal aja yg masuk ruang publish dari pemerintah hanya perwakilan, satu lah (ato dua), nanti bahannya di share. hal ini utk mengurangi jumlah mobilisasi wartawan (btw wartawan itu kan kerjaannya mondar-mandir di ruang publik yg dlm kontek kasus korona juga riskan), elemen2 yg riskan ini pun tentu perlu dibatasi masuk 'ring pemerintahan'.
begitun info corona di daerah2. (ingat ini virus sudah dikategorikan pandemi, mudah menular & cukup ganas), mobilitas pencari berita harus efisien.
china yg relatif homogen, managemennya relatif gampang. macem2 penjara (atut ah) , klo negara yg heterogen/demokrasi biasanya ada elemen2 yg ngeyel. jika managemen tdk efektif penanganan juga akan seiring.

Facebook