![[Image: img5cc71ba0b5a8e.png]](https://forex-images.ifxdb.com/humor/source/insta/img5cc71ba0b5a8e.png)
Rusia dan China gagal membuang dolar AS dalam kerja sama dagang
[/url][url=https://telegram.me/instaforex]
Rusia telah lama menumbuhkan gagasan untuk meninggalkan dolar AS dalam pembayaran dengan negara-negara lain. Pada saat yang sama, China juga bersedia untuk beralih ke mata uang lokal dalam perdagangan internasional. Namun pada kenyataannya, hanya 15% dari kesepakatan perdagangan antara Rusia dan China yang diselesaikan dalam mata uang nasional pada tahun lalu. Jadi, misi itu ternyata tidak mungkin. Memang, tidak mudah untuk mencapai level 15% ini. Negara-negara tersebut telah berusaha keras untuk mencapainya sejak 2010. Pada waktu itu, Rusia dan China bergeser ke fase aktif peningkatan volume perdagangan bilateral dalam mata uang nasional.Sebagai bagian dari transisi ini, transaksi pertukaran langsung dari pasangan yuan-rubel diluncurkan di bursa Moskow. Sebelumnya, nilai tukar antara mata uang China dan Rusia adalah nilai tukar silang. Dengan cara ini, pasangan mata uang ini menjadi tidak lagi bergantung pada dolar AS. Lebih jauh, negara-negara tersebut mempertimbangkan untuk membuang mata uang Amerika sepenuhnya dalam jangka pendek. Sembilan tahun telah berlalu, namun keduanya berhasil mengimplementasikan rencana tersebut hanya sebesar 15%.Meskipun demikian, pemerintah Rusia tetap positif mengenai transisi ke penggunaan mata uang nasional. China pun memiliki sikap yang sama. Memperluas pembayaran timbal balik dalam mata uang nasional cukup penting bagi pemerintah Rusia dan China dan bank sentral, Wang Kaixuan, Wakil Direktur Departemen Urusan Eurasia di Kementerian Perdagangan China, mencatat. Dirinya menambahkan bahwa volume pembayaran bilateral dalam mata uang nasional telah meningkat secara stabil selama beberapa tahun terakhir berkat upaya pemerintah.

Facebook