PROMO TOPIK
04-19-2022 Dilihat: 1,635
11-28-2016 Dilihat: 15,585
02-22-2016 Dilihat: 9,120
08-11-2015 Dilihat: 7,879



Share:Facebook Twitter
Rating:
  • 0 Vote(s) - 0 Average
  • 1
  • 2
  • 3
  • 4
  • 5
sportingindonesia
[persepsi jarang] tentang ‘naturalisasi’ di timnas
Yg persepsi jarang-nya nanti dibagian bawah,
dari ukuran komentar para netijen, banyak yg mendukung ‘naturalisasi’
anggaplah mirip demokrasi, masyarakat cukup melek ttg ke-Indonesia-an, kebhinekaan, situasi dunia sport.
sedikit melengkapi; contoh adl kebanyakan timnas2 dri eropa dng unsur yg gado-gado.
selain upaya utk prestasi timnas, adl hiburan.
industri sport-hiburan bagian kebutuhan manusia dari jaman dlu, misal yg ada di roma ttg gladiator-coloseum, legenda olimpiade yunani.
adalah penguasa yg sakit, yg tdk menghibur rakyat.

terakhir, wartawan vietnam. memahami keadaan yg berubah. faktor geopolitik mereka blm begitu plural dibanding filipina, singapore. tren ‘naturalisasi’ bisa menyeimbangkan kekuatan asean di asia & dunia. ini bisa menggairahkan industri olahraga.

sampai kapan?
dlm hal diaspora (ada unsur orangtua-nenekmoyang), bersifat kontinyu pun masih relevan. ketika yg ada sudah tua, mencari lagi tidak masalah. indonesia, singapore, filipina, malaysia agak di untungkan terkait hal ini, apalagi indonesia sbg negara besar & latar belakang sejarah yg ada. opsi stok akan lebih banyak.
tentang komposisi, terserah kebijakan federasi. situasi Indonesia misal 45% yg gabung pun masih oke, selama memang kualitas pemain jauh lebih layak. mungkin ada yg ingin lebih jika untuk ajang international FIFA, sedang kompetisi non-FIFA banyakin dari liga domestik mengingat efisiensi & utk jam terbang mereka.
Kutip

Komentar
Untuk komentar silahkan ...
---atau---

Loncat forum ke: