PROMO TOPIK
02-22-2016 Dilihat: 3,284
02-09-2016 Dilihat: 2,817
02-08-2016 Dilihat: 3,475
08-11-2015 Dilihat: 4,072
07-05-2015 Dilihat: 2,592


Share:Facebook Twitter
Rating:
  • 0 Vote(s) - 0 Average
  • 1
  • 2
  • 3
  • 4
  • 5
yaoming
AS & China Ribut Lagi, Trump Sebut Corona Virus China
Hubungan Amerika Serikat (AS) dan China kembali memanas. Bukan karena perang dagang, melainkan karena corona.

Kedua negara masing-masing meminta negara lainnya, berhenti mencoreng reputasi mereka. Hal ini dipicu pernyataan soal "sumber penyakit COVID-19".


Baru-baru ini, Presiden AS Donald Trump misalnya, menyebut pandemi ini sebagai "virus China". Ini diutarakan Trump melalui akun Twitternya @realDonaldTrump.

"AS akan sangat mendukung industri-industri seperti maskapai penerbangan dan lainnya, yang secara khusus dipengaruhi Virus China," tulisnya melalui akun Twitter Senin (15/3/2020) malam.

Sebelumnya, Seorang juru bicara kementerian luar negeri China, Zhao Lijian, mengatakan bahwa virus corona kemungkinan masuk ke Negeri Tirai Bambu karena dibawa oleh tentara AS.

Pernyataan belum ada bukti itu disampaikan melalui postingan di Twitter-nya pada Kamis malam (12/3/2020). Pernyataan itu juga menggemakan teori konspirasi serupa yang banyak beredar di media sosial China.

"Mungkin tentara AS yang membawa epidemi ke Wuhan. Bersikaplah transparan! Ceritakan data Anda! AS berutang penjelasan pada kami!" cuitnya di twitter, menurut AFP.

Pernyataan Zhao itu merupakan keterangan yang ia posting bersama sebuah video yang menunjukkan kepala Pusat Pengendalian dan Pencegahan Penyakit (CDC) AS sedang memberikan kesaksian di depan Kongres bahwa beberapa orang Amerika telah diyakini meninggal karena flu yang disebabkan COVID-19.


"Direktur CDC Robert Redfield mengakui beberapa orang Amerika yang tampaknya meninggal karena influenza diuji positif untuk novel #coronavirus dalam diagnosis anumerta, selama Komite Pengawasan DPR, Rabu. #COVID19" jelasnya.

"CDC tertangkap basah," katanya lagi.

Bukan hanya itu, sehari setelahnya Zhao kembali memposting cuitan yang berisi sebuah artikel, yang di dalamnya menjelaskan bukti tambahan bahwa virus yang sudah menewaskan hampir 5.000 orang itu memang berasal dari AS.

Penasihat Keamanan Nasional AS Robert O'Brien membela negaranya dengan tegas. O'Brien menekankan keyakinannya bahwa tuduhan China salah dan bahwa virus itu memang lahir di China.


"Virus ini tidak berasal dari Amerika Serikat, tetapi berasal dari Wuhan," kata O'Brien di think tank Heritage Foundation.


"Sayangnya, bukannya menggunakan praktik terbaik (untuk menangani wabah), wabah ini di Wuhan justru ditutup-tutupi."

Sebagai respons, Juru Bicara Kementerian Luar Negeri China Geng Shuang menyebut pernyataan O'brien sebagai hal tak bermoral.


"Sangat tidak bermoral dan juga tidak bertanggung jawab," balasnya.

Virus corona pertama kali menyebar di Wuhan, provinsi Hubei, China tengah. Kelelawar dianggap sumber pertama penyakit ini.

Sementara berdasarkan Wordlometer, kasus corona global mencapai 182.609. Total kematian 7.171 dan yang sembuh 79.883.

Corona terbanyak di China dengan 80.881 kasus. AS sendiri memiliki 4.712 kasus corona.

sumber
https://www.cnbcindonesia.com/news/20200...irus-china

penglihatan, pendengaran, dan hati akan dimintai pertanggung jawaban. jadi yg tdk melihat sendiri, tdk mendengar sendiri jng ikut2 memberi kesaksian. biarlah 'mereka' saling beretorika.

tapi btw, amerika juga kena corona, tapi mengapa rupiah jadi melemah thd dollar. nah mungkin ini faktor ketidakpercayaan investor terhadap 'pemilik rupiah' dlm menghadapi corona
( diedit: 03-18-2020, 06:05 PM )
Kutip

Komentar
Untuk komentar silahkan ...
---atau---

Loncat forum ke: