PROMO TOPIK
02-22-2016 Dilihat: 2,670
02-09-2016 Dilihat: 2,328
02-08-2016 Dilihat: 2,914
08-11-2015 Dilihat: 3,428
07-05-2015 Dilihat: 2,117


Share:Facebook Twitter
Rating:
  • 0 Vote(s) - 0 Average
  • 1
  • 2
  • 3
  • 4
  • 5
yaoming
APA YANG PERLU KITA KETAHUI TENTANG REKONSILIASI DI INDONESIA?
oleh Datuk Agung Sidayu - Ypi Wira Tata Buana

Karena maraknya media sosial semakin banyak dari Warga negara Indonesia yang ingin tahu banyak tentang rekonsiliasi yang kini marak di diperdebatkan oleh elite politik dengan caranya masing masing: Apa sesungguhnya makna Rekonsiliasi yang sebenarnya?
Rekonsiliasi berarti memahami dan saling menghormati. Sesuatu yang sangat baik untuk menggapai kemajuan Negara tercinta ini dimasa hadapan, makna luasnya adalah bersama sama membangun negeri.
Di Indonesia, 'rekonsiliasi' yang marak akhir akhir ini mengacu pada menyatukan elite politik karena adanya Pemilihan Umum khususnya Pemilihan Presiden yang tentu ada yang kalah dan ada yang menang.
Rekonsiliasi tersebut diatas menjadi sangat penting manakala yang namanya pemilihan Umum di Negara tercinta ini baru dilaksanakan untuk pertama kalinya, yang tentu membuat kaget dan marah atau perasaan apapun bagi mereka yang kalah, tetapi Pemilu demi pemilu telah terjadi dan kalah serta menang adalah sebuah kewajaran. Maknanya elite politik negeri ini sudah terbiasa dan secara langsung akan terjadi rekonsiliasi baik sengaja ataupun tidak disengaja, karena proses interaksi politik sehari hari.
Rekonsiliasi memiliki unsur kebenaran, keadilan, pengampunan, penyembuhan, toleransi dan perdamaian.
Mendukung rekonsiliasi secara utuh sebagai yang disebut diatas, bermakna rekonsiliasi secara menyeluruh antar kelompok besar dan kecil , antar pimpinan kelompok,suku dan keagamaan (terutama Islam) yang berarti bekerja untuk mengatasi "celah" ketidaksetaraan, ketidak samaan faham politik, dan keagamaan diantara warga Negara Indonesia .
Perbedaan terbesar dalam menyikapi kehidupan berbangsa dan bernegara yang mengakibatkan adanya perbedaan persepsi, sudut pandang (penilaian) satu kelompok terhadap kelompok yang lain, yang berujung pada stigma kelompok moderat dan kelompok radikal atau garis keras, khususnya garis keras kanan yang saat ini sudah banyak dipetakan atas dasar sumber yang tidak bertimbang pada perobahan sikap karena berobahnya waktu.
Kapan seharusnya rekonsiliasi dilakukan di Indonesia?
Sudah tepat waktunya rekonsiliasi secara resmi digagas dengan ikhlas dan dimulai seiring dengan maraknya wacana rekonsiliasi elite politik setelah Pilpres 2019, setidaknya Pemerintah segera membentuk Dewan Rekonsiliasi Nasional.
Untuk menyusun konseptual farmework bekerja sama dengan Lembaga Swadaya masyarajat (NGO) dan melibatkan para pemimpin Masyarakat yang akan menjadi bagian yang tidak terpisahkan dari Rekonsiliasi Nasional .
Di antara tugas Dewan adalah memetakan berbagai persoalan kehidupan berbangsa dan bernegara, serta kelompok masyarakat dan para pemimpinnya yang akan dilibatkan dalam rekonsiliasi sehingga tidak satupun yang tertinggal.
Beberapa hal yang sudah pasti harus menjadi topik kesamaan faham sebagai hasil akhir dari rekonsiliasi nasional adalah :
1. Memahami Negara Bangsa dan kehidupan bernegara dan berbangsa setutuhnya
2. Kemesraan hubungan antar anggota masyarakan dan kelompok masyarakat
3. Menghormati budaya dan agama masing masing warga Negara Indonesia
4. Menghormati sejarah masa lalu, yang terjadi karena berbagai sebab dalam kehidupan berbangsa dan bernegara guna membangun masa depan dalam kebersamaan
5. Menyamakan pemahaman terhadap ketataan kepada Undang Undang dasar Negara, Konstitusi Negara dan Pancasila sebagai dasar Negara Republik Indonesia

Pembentukan Dewan adalah pengakuan atas adanya kesesinambungan hubungan antara berbagai kelompok dengan masa lalu dan berkelanjutan karena perbedaan persepsi dalam melihat kebijakan kebijakan pemerintah dimana karena perobahan waktu banyak diantara sudut pandang keliru yang harus di lurukan guna kebersamaan membangun Negara bangsa dimasa kini dan akan datang. Semua pihak tentu harus terlebih dahulu mengakui bahwa kemajuan Negara Bangsa membutuhkan perubahan besar dalam pemahaman dan keterlibatan seluruh elemen warga Negara Indonesia.
Mengapa kita harus berdamai?
Kita tidak tidak harus berkutat dengan masa apa yang terjadi di masa lalu, tetapi kita harus mampu dan bisa membangun masa depan yang lebih baik dengan memahami masa lalu, dan semua ini bisa terjadi dengan rekonsiliasi Nasional.
Rekonsiliasi sering kali merupakan hal yang sulit, menyakitkan, karena banyak orang berusaha untuk berurusan dengan ingatan tentang kekejaman masa lalu dan membenankan semua kejadian masa lalu tersebut terhadap kelompok kelompok masa kini yang masanya berbentang jauh, bahkan sama sekali tidak terlibat secara langsung dengan cerita masa lalu.
Rekonsiliasi yang saya sebut diatas tentu akan berhasil jika mendapatkan dukungan dari Pemerintah dan pemimpin non Pemerintah yang kuat dan menjadi bagian yang tidak terpisahkan dari prosesi dan keputusan yang akan diambil dalam rekonsiliasi Nasional.
Berdamai dengan mantan musuh, berdama dengan orang dan atau kelompok yang berbeda persepsi dalam hidup berbangsa dan bernegara di Indonesia tentu akan membantu menghindari perasaan balas dendam, kemarahan, dan kebencian. Ini adalah satu-satunya cara untuk memastikan perdamaian dan stabilitas abadi, tidak ada lagi terminology Garis keras kiri ataupun garis keras kanan
Di Indonesia kita perlu mendamaikan diri kita dengan masa lalu kita dan bagaimana kita menyatukan pendapat nasional untuk membangun masa depan.

sumber :
https://www.facebook.com/sidayuagung/pos...8995858962
Kutip

Komentar
Untuk komentar silahkan ...
---atau---

Loncat forum ke: