PROMO TOPIK
04-19-2022 Dilihat: 1,949
11-28-2016 Dilihat: 26,683
02-22-2016 Dilihat: 10,035
08-11-2015 Dilihat: 9,619


Share:Facebook Twitter
Rating:
  • 0 Vote(s) - 0 Average
  • 1
  • 2
  • 3
  • 4
  • 5
ibforexrebate
[Image: img5d24445ca8560.jpg]



Rusia dan China meningkatkan upaya untuk menjauh dari dolar AS
[/url][url=https://telegram.me/instaforex]

Jumlah transaksi dalam dolar AS akan berkurang. Rusia dan China akhirnya menolak mata uang tersebut dalam perdagangan bilateral. Sebuah perjanjian antar pemerintah telah ditandatangani oleh Menteri Keuangan Rusia Anton Siluanov dan Pimpinan Bank Sentral China (PBoC), Yi Gan. Dokumen tersebut telah diberlakukan. Sebagai mekanisme untuk pembayaran lintas negara dalam mata uang nasional, kedua belah pihak mengusulkan untuk menciptakan gerbang pembayaran alternatif domestik Rusia dan China ke sistem pembayaran tradisional. Selain bertujuan untuk menjauh dari dolar, hal ini akan membantu "menguji" sistem pembayaran nasonal mereka yang baru-baru ini dikembangkan. Mekanisme ini dijadwalkan akan diterapkan pada tahun depan. Pertama-tama, perusahaan-perusahaan besar dengan partisipasi negara dari sektor tradisional ekspor Rusia akan beralih ke sistem baru perdagangan mutual. Dengan kata lain, dari penjualan sumber daya alam, Rusia akan menerima yuan dan bukan dolar AS. Namun, pertanyaan mengenai seberapa menguntungkan perjanjian ini dan kerugian keuangan apa yang dapat muncul karena perbedaan nilai tukar mata uang belum terjawab. Selain itu, apa yang akan dilakukan Moskow dan Beijing dengan nilai yuan yang tidak stabil? Daftar pertanyaan masih panjang. Bagaimanapun, satu-satunya kesimpulan adalah kedua belah pihak siap melakukan apa saja untuk meninggalkan dolar AS. Khususnya, angka resmi menunjukkan bahwa nilai perdagangan barang dan jasa antara Rusia dan China pada 2018 mencapai $114,2 miliar, dimana untuk perdagangan barang saja angkanya mencapai $108,3 miliar. Namun, perbedaan dalam daftar barang impor cukup jelas. Menurut data pabean, China memasok telepon seluler, komputer, sepatu dan mainan ke Rusia. Sementara ekspor Rusia ke China adalah komoditas yang kemungkinan akan mengalami penurunan harga karena bertransaksi dalam yuan.

Diumumkan 09 July 2019
© InstaForex Group
Kutip
ibforexrebate
[Image: img5d2c850a70bdf.jpg]

NOPEC vs OPEC: Jika AS Menyetujui RUU
[/url][url=https://telegram.me/instaforex]

Sejumlah pakar percaya bahwa pasar minyak global berada di bawah ancaman karena anggota parlemen AS akan memberlakukan penyesuaian tertentu pada undang-undang negara. Gedung Putih bermaksud untuk mengambil sikap berbeda terhadap RUU kongres yang dikenal sebagai NOPEC, kependekan dari Kartel Penghasil dan Pengekspor Bukan Minyak (No Oil Producing and Exporting Cartels). Jika skenario ini terungkap, maka pasar global dan keuangan akan menghadapi perubahan drastis.RUU NOPEC yang sedang dibahas oleh Kongres AS menyiratkan bahwa undang-undang antimonopoli (antitrust) akan berlaku untuk kartel minyak. Ini akan menjadi kasus luar biasa yang belum pernah terjadi dalam praktik hukum internasional. Organisasi dan negara global seharusnya kebal terhadap hukum domestik negara lain. Itulah sebabnya RUU semacam itu belum pernah disetujui.Namun, RUU NOPEC cukup unik. Baik Presiden Amerika dan Kongres telah mendukung inisiatif ini. Pada tahun 2019, DPR meloloskan RUU tersebut. Selain itu, Donald Trump juga mengadvokasi penerapan undang-undang antimonopoli terhadap OPEC yang dikritik oleh presiden karena mempertahankan harga minyak yang terlalu tinggi.Jika RUU NOPEC disetujui, dapat menyebabkan gejolak politik besar-besaran, beberapa ahli mengatakan. Salah satu dampak dari langkah tersebut adalah pembubaran OPEC. Pada saat yang sama, RUU tersebut dapat menyebabkan perang dagang baru karena produsen minyak independen kemungkinan akan kecewa dengan distribusi tak adil penyewaan sumber daya alam. Arab Saudi telah mengancam untuk mengabaikan Dolar Amerika dalam pembayaran internasional jika Amerika Serikat mengesahkan RUU tersebut. Akibatnya, status Dolar AS sebagai mata uang dominan dapat melemah atau bahkan hilang.



Diumumkan 15 July 2019
© InstaForex Group
Kutip
ibforexrebate
[Image: img5d381c9b4dec2.jpg]



Efisiensi energi pada bahan bakar fosil menurun
[/url][url=https://telegram.me/instaforex]

Bukan rahasia lagi bahwa cadangan minyak dan gas bumi akan menyusut seiring berjalannya waktu. Di masa depan nanti, mereka akan digantikan oleh sumber energi yang diperbarui yang dapat terbukti lebih rasional secara ekonomi.Bahan bakar fosil yang telah lama dianggap sebagai sumber energi utama tidak lagi se-efisien yang diperkirakan sebelumnya. Ekstraksi aset bawah tanah menjadi lebih sulit dan akibatnya lebih mahal. Diperlukan teknologi baru untuk mengeksploitasi ladang minyak dan gas baru. Efisiensi energi sumber daya alam diukur dengan bantuan pengembalian energi pada rasio investasi (EROI). Untuk minyak, rasio ini adalah 25 banding 1. Ini berarti bahwa satu barel minyak mentah diperlukan untuk produksi 25 barel. Namun, ketika proses pemurnian diperhitungkan, rasio ini turun menjadi 6 banding 1.Para ahli memperkirakan bahwa EROI akan turun lebih rendah lagi di tahun-tahun mendatang. Hebatnya, efisiensi energi matahari telah mencapai tingkat yang sama dengan salah satu bahan bakar fosil. Jadi, bisa menjadi keputusan yang masuk akal dan berwawasan ke depan bagi investor untuk menanamkan uang mereka di sumber energi yang diperbarui.
Diumumkan 24 July 2019
© InstaForex Group

[Image: instaforex_footer_apps_google_en.png]
Kembali
Kutip
ibforexrebate
[Image: img5d3ffdf2edf10.jpg]


Inflasi tahunan Jepang merayap naik secara perlahan
[/url][url=https://telegram.me/instaforex]

Menurut Kementerian Dalam Negeri dan Komunikasi Jepang, laju pertumbuhan harga konsumen diluar harga makanan segar telah melambat turun. Pada bulan Juni, inflasi tahunan turun ke 0,6% dari 0,8% pada bulan Mei. Angka CPI inti adalah ukuran utama untuk Bank of Japan. Pada waktu yang sama, tingkat inflasi sesuai dengan ekspektasi para pakar, turun ke level terendah sejak Juli 2017. Bulan lalu, CPI Inti diluar harga pangan dan energi naik 0,5% yang juga sama dengan perkiraan. Inflasi headline sebesar 0,7%, tidak berubah dari bulan Juni. Harga pakaian dan alas kaki tetap sama dalam periode pelaporan tersebut sementara biaya transportasi dan komunikasi turun1,3%. Harga pangan naik 1,4% dalam skala tahunan sementara harga makanan segar naik 2,8% dan harga utilitas naik 2,2%.

Diumumkan 30 July 2019
© InstaForex Group
Kutip
ibforexrebate
[Image: img5d4ada2d3ef33.jpg]

Inggris habiskan £ 100 juta untuk kampanye iklan Brexit
[/url][url=https://telegram.me/instaforex]

Perdana Menteri Inggris yang baru, Boris Johnson, akan menghabiskan hingga £ 100 juta untuk kampanye iklan Brexit berskala besar. Sebelumnya, Boris Johnson menyatakan tidak berniat untuk bernegosiasi dengan Uni Eropa mengenai keputusannya atas Brexit yang tanpa kesepakatan.Dalam rangka membuat Inggris siap untuk Brexit tanpa kesepakatan, £ 100 juta akan dihabiskan untuk iklannya dalam tiga bulan ke depan. Namun, ini hanya sebagian kecil dari anggaran yang dialokasikan. Menurut rencana anggaran untuk tambahan dana Brexit non-kesepakatan, Inggris harus mengeluarkan biaya penerapannya dengan total £ 100 miliar dan hanya sepersepuluh dari jumlah ini akan digunakan untuk iklan. Awal tahun ini, Johnson mengumumkan keputusannya untuk meninggalkan UE pada tanggal 31 Oktober 2019.Dirinya bertekad untuk mengikuti rencananya bahkan jika tidak ada kesepakatan baru dengan Brussels yang tercapai.

Diumumkan 07 August 2019
© InstaForex Group
Kutip
ibforexrebate
[Image: img5d5252c947cc7.jpg]

Indeks saham AS anjlok seiring Trump memperbarui serangan terhadap China

[/url][url=https://telegram.me/instaforex]
Tindakan Presiden Amerika Donald Trump telah memberi dampak bagi China dan Amerika Serikat. Putaran tarif lainnya pada impor Tiongkok kemungkinan akan menyebabkan konsekuensi yang merusak bagi perekonomian AS. Pasar saham AS selalu langsung bereaksi terhadap setiap pernyataan yang dibuat oleh Trump, dan kali ini tidak terkecuali. Indeks saham utama telah menunjukkan penurunan tajam di tengah meningkatnya ketegangan antara dua ekonomi terbesar di dunia itu. Dow Jones Industrial Average turun 2,9% dalam sehari ke level 25.719,17 poin. S&P 500 menurun 3%, menutup pada 2.844,76 poin. Nasdaq merosot 3,5% menjadi 7.726,04 poin. Situasi ini diperburuk oleh pembalasan China. Negara itu telah mendevaluasi mata uang nasionalnya terhadap Dolar AS. Selain itu, Beijing menunda pembelian produk pertanian Amerika. Masalah ini berubah mengkhawatirkan sehingga Trump terpaksa menenangkan komunitas bisnis. Sang Presiden menjanjikan kesepakatan baru yang luar biasa yang akan dicapai Washington meningkatkan tekanan pada China. Namun, investor tetap tidak yakin. Mereka percaya bahwa konflik ini tidak mungkin diselesaikan segera karena meningkatnya perang dagang dan kurangnya kesepakatan riil. Oleh karena itu, sentimen pasar sangat mungkin untuk tetap pesimis.
Kutip
ibforexrebate
[Image: img5d5baefb7c2e8.jpg]

AS akan tingkatkan produksi minyak serpih pada September

[/url][url=https://telegram.me/instaforex]

Ekstrak minyak serpih di daerah penghasil minyak dan gas utama AS diperkirakan naik 85 ribu barel, meningkat menjadi 8,768 juta barel per hari, atau 1,1% pada bulan September, menurut laporan dari Administrasi Informasi Energi (EIA) AS .Peningkatan produksi yang paling signifikan diperkirakan di cekungan Permian, sebesar 75.000 barel, naik menjadi 4,423 juta barel per hari. Output dari cekungan Niobrara terdekat diperkirakan akan naik 12.000 barel, naik menjadi 758.000 barel per hari. Produksi di lembah serpih Bakken juga diperkirakan akan naik 3.000 barel, hingga 1.436 juta barel per hari. Output di Appalachia akan naik 4.000 barel, hingga 146.000 barel per hari.Analis dari EIA juga mengantisipasi penurunan produksi di lembah serpih Anadarko sebesar 3.000 barel, menjadi 579.000 barel per hari, dan di Ford Eagle sebesar 6.000 barel, menjadi 1,383 juta barel per hari. Menurut perkiraan EIA, produksi gas di cekungan ini dapat meningkat 729 juta kaki kubik, hingga 81,595 miliar kaki kubik per hari di bulan September. Bulan ini, produksi gas mencapai 80,866 miliar kaki kubik per hari.Perwakilan badan tersebut menarik perhatian pada faktor penting seperti jumlah sumur yang belum selesai di ladang-ladang di wilayah penghasil minyak dan gas terbesar AS. Jumlahnya berkurang 100, menjadi 8,108 ribu sumur pada Juli 2019. Sumur DUC dibor tetapi belum siap untuk produksi. Jumlah DUC akan memungkinkan produsen untuk meningkatkan produksi minyak terlepas dari harga dan kecepatan kegiatan pengeboran.
Kutip
ibforexrebate
[Image: img5d77c6f34956f.jpg]

Pertempuran tarif AS - China tengah berlangsung
[/url][url=https://telegram.me/instaforex]

Konflik dagang antara AS dan China meningkat tajam pada 1 September. Washington memberlakukan tarif 15% untuk impor populer dari China seperti pakaian, alas kaki, dan gawai, termasuk speaker, jam tangan pintar, dan headphone Bluetooth. Tarif baru menargetkan barang-barang China senilai $ 125 miliar. Dengan langkah terbaru ini, kini AS memungut bea atas semua impor dari China. Sebagai tanggapan, Beijing mengenakan tarif 5% pada minyak mentah AS untuk pertama kalinya sejak perang dagang pecah. Otoritas China menyusun daftar 1.717 barang asal AS yang akan dikenakan pungutan hingga 15 Desember 2019. Beijing sudah mulai mengumpulkan tarif impor AS senilai $ 75 miliar. Tarif tambahan untuk barang-barang lainnya akan mulai berlaku pada 15 Desember.Namun demikian, pembatasan tersebut tidak membatalkan tahap baru perbincangan dagang tingkat tinggi. Donald Trump mengkonfirmasi bahwa perbincangan dagang akan kembali dimulai pada bulan Oktober. Presiden bertujuan untuk mengurangi ketergantungan AS pada China. Jadi, diirnya meminta perusahaan Amerika untuk mencari pemasok alternatif di luar China. "China telah merampok negara ini selama 25 tahun,» pemimpin AS tersebut berkomentar keras mengenai berbagai tarif impor China.

Diumumkan 10 September 2019
© InstaForex Group
Kutip
ibforexrebate
[Image: img5d77b91e2f3ae.jpg]
China mendevaluasi Yuan sebagai penanggulangan terhadap tarif AS
[/url][url=https://telegram.me/instaforex]

Sejumlah sSpekulan yang memutuskan untuk berinvestasi dalam Yuan China telah mengalami kerugian besar. Menyusul rekor terendah pada akhir Agustus, renminbi mengalami kekalahan beruntun. Pada tanggal 1 September, AS memberlakukan tarif baru pada impor populer dari China. Eskalasi tajam perang dagang mendorong Beijing untuk membalas. Namun, otoritas China memiliki ruang lingkup tindakan hukuman yang terbatas. Salah satu strategi yang telah teruji kuat oleh waktu adalah devaluasi mata uang nasional. Dengan mencoba untuk memenangkan keunggulan kompetitif di antara para eksportir lainnya, People's Bank of China memutuskan untuk melemahkan renminbi. Bulan lalu, Yuan jatuh lebih dari 4% terhadap Greenback dengan penurunan terburuk sejak Januari 1994 ketika bank sentral China mengadopsi kebijakan modern untuk memperbaiki nilai tukar Yuan. Selain itu, pada bulan Agustus Yuan melewati level psikologis di atas 7 versus Dolar AS untuk pertama kalinya sejak krisis keuangan global. Memang, China melakukan devaluasi untuk bertahan hidup di masa yang bergejolak. Kali ini, Gedung Putih mengenakan tarif 10% pada impor China senilai $300 miliar, sehingga menyerang mereka semua dengan pungutan.Namun demikian, pejabat tinggi AS dan China mengkonfirmasi bahwa pembicaraan perdagangan akan dilanjutkan pada akhir Oktober di Washington. Jika peserta pasar tidak menemukan bukti kemajuan dalam hubungan perdagangan antara AS dan China, perekonomian China dan pasar keuangan global akan suram. People's Bank of China dapat mendorong Yuan ke level yang lemah 7,5 terhadap Dolar AS pada akhir tahun. Langkah ini akan membuat barang-barang China lebih menarik bagi pembeli di luar negeri di puncak perang perdagangan. Namun demikian, kelemahan terus-menerus pada Yuan dapat memiliki efek samping. Salah satunya adalah pelarian modal dari China yang akan menyebabkan masalah keuangan bagi perekonomian domestik.

Diumumkan 10 September 2019
© InstaForex Group
Kutip
ibforexrebate
[Image: img5d774de9b63f1.jpg]
Penjualan minyak Iran turun dikarenakan sanksi AS namun ekspor minyak mentah tetap tinggi
[/url][url=https://telegram.me/instaforex]

Sanksi AS terhadap industri minyak Iran telah menghasilkan lebih dari penurunan ekspor 80%. Namun, penjualan minyak mentah Iran tetap tinggi, sekitar $500 per bulan. Itu merupakan level maksimal, ungkap para ahli. Larangan Gedung Putih hampir tidak ada dampak terhadap ekspor minyak dari bahan baku, khususnya minyak bahan bakar dan gas LPG. Menurur Menteri Perminyakan Iran Bijan Zanganeh, cadangan minyak mencepai level tinggi historis bulan lalu.Perusahaan konsultan FGE memperkirakan bahwa ekspor LPG ada pada kisaran 400 ribu hingga 500 ribu barel per hari. Menurut Refinitiv Eikon, Iran mengekspor lebih dari 230 ribu barel bahan bakar minyak per hari di bulan Agustus. Menariknya, volume total cadangan dari Iran menuju Uni Emirat Arab (UAE). Dengan harga minyak saat ini, seperti hasil penjualan di levih dari pendapatan $300 juta per bulan, menurut estimasi ahli. Analis Kpler mengatakan bahwa ekspor LPG negara senilai 514 ton di bulan Juli tahun ini, atau hampir 200 ribu barel per hari. Harga total minyak mentah telah melampaui $180 juta.

Diumumkan 10 September 2019
© InstaForex Group
Kutip

Komentar
Untuk komentar silahkan ...
---atau---

Loncat forum ke: