Seluk Beluk Mimpi
Mimpi adalah pengalaman bawah sadar yang melibatkan penglihatan, pendengaran, pikiran, perasaan, atau indra lainnya dalam tidur, terutama saat tidur yang disertai gerakan mata yang cepat (rapid eye movement/REM sleep).
Kejadian dalam mimpi biasanya mustahil terjadi dalam dunia nyata, dan di luar kuasa pemimpi. Pengecualiannya adalah dalam mimpi yang disebut lucid dreaming. Dalam mimpi demikian, pemimpi menyadari bahwa dia sedang bermimpi saat mimpi tersebut masih berlangsung, dan kadang-kadang mampu mengubah lingkungan dalam mimpinya serta mengendalikan beberapa aspek dalam mimpi tersebut.
Pemimpi juga dapat merasakan emosi ketika bermimpi, misalnya emosi takut dalam mimpi buruk. Ilmu yang mempelajari mimpi disebut oneirologi.
sumber
https://id.wikipedia.org/wiki/Mimpi
Dalam Islam mimpi terbagi atas tiga macam, sebagaimana yang disabdakan oleh Rasulullah saw :
“Mimpi itu ada tiga macam : Berita gembira dari Allah (mimpi baik), mimpi dari diri sendiri/ ungkapan jiwa (mimpi tak bermakna) dan gangguan syaithan (mimpi buruk)” (HR. Ahmad)
1. Ru’ya Al Hasanah
Ru’ya al hasanah (mimpi baik) Yaitu apabila seseorang melihat dalam mimpinya sesuatu yang ia sukai. Sesungguhnya mimpi ini datangnya dari Allah Swt dan hal ini merupakan suatu nikmat Allah Swt yang diberikan kepada manusia, karena apabila seorang manusia melihat hal-hal yang ia sukai maka hal tersebut dapat menambah semangat dan kegembiraannya dan menjadikan sebagai berita gembira baginya karena diantara berita gembira yang Allah Swt berikan kepada seorang muslim di dunia adalah mimpi yang baik yang dimimpikan sendiri atau yang dimimpikan orang lain tentangnya. Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa Sallam bersabda :
“Tidaklah tinggal dari tanda-tanda kenabian kecuali berita-berita gembira”, para shahabat bertanya :”Apa itu berita-berita gembira?”, Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa Sallam bersabda: “Mimpi yang baik” (HR. Bukhari)
Dan dianjurkan baginya untuk menceritakan mimpi yang baik itu kepada orang lain sebagaimana sabda Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa Sallam :
“Apabila salah seorang dari kalian melihat mimpi yang ia sukai maka sesungguhnya ia datangnya dari Allah Swt maka bertahmidlah (ucapkan “Alhamdulillah”) dan kabarkanlah mimpi baik tersebut (kepada orang lain)” (HR. Bukhari dan Muslim)
2. Haditsu An Nafsi
Mimpi jenis ini terkadang muncul dari diri sendiri mungkin karena memikirkan sesuatu atau terlalu sibuk akan suatu urusan sehingga hal tersebut muncul dalam mimpinya. Atau bisa jadi mimpi ini merupakan permainan syaithan sebagaimana dalam hadits riwayat Imam Muslim, diriwayatkan bahwa seorang laki-laki berkata kepada Nabi Shallallahu ‘alaihi wa Sallam :
3. Ru’ya As Sayyi’at
Ru’ya as sayyi’at (mimpi buruk) yaitu apabila seseorang melihat dalam mimpinya sesuatu yang ia benci. Mimpi ini datangnya dari syaithan yakni dengan menampakkan hal-hal yang jelek, yang dengannya seorang manusia dapat terkejut, sedih dan bisa jadi hingga membuatnya sakit, karena syaithan adalah musuh manusia, mereka menyukai apa yang dibenci oleh manusia. Allah Swt berfirman :
Sumber : http://www.pidipedia.com/inilah-3-jenis-...annya.html
( diedit: 08-31-2017, 03:53 PM )
Kejadian dalam mimpi biasanya mustahil terjadi dalam dunia nyata, dan di luar kuasa pemimpi. Pengecualiannya adalah dalam mimpi yang disebut lucid dreaming. Dalam mimpi demikian, pemimpi menyadari bahwa dia sedang bermimpi saat mimpi tersebut masih berlangsung, dan kadang-kadang mampu mengubah lingkungan dalam mimpinya serta mengendalikan beberapa aspek dalam mimpi tersebut.
Pemimpi juga dapat merasakan emosi ketika bermimpi, misalnya emosi takut dalam mimpi buruk. Ilmu yang mempelajari mimpi disebut oneirologi.
sumber
https://id.wikipedia.org/wiki/Mimpi
Dalam Islam mimpi terbagi atas tiga macam, sebagaimana yang disabdakan oleh Rasulullah saw :
“Mimpi itu ada tiga macam : Berita gembira dari Allah (mimpi baik), mimpi dari diri sendiri/ ungkapan jiwa (mimpi tak bermakna) dan gangguan syaithan (mimpi buruk)” (HR. Ahmad)
1. Ru’ya Al Hasanah
Ru’ya al hasanah (mimpi baik) Yaitu apabila seseorang melihat dalam mimpinya sesuatu yang ia sukai. Sesungguhnya mimpi ini datangnya dari Allah Swt dan hal ini merupakan suatu nikmat Allah Swt yang diberikan kepada manusia, karena apabila seorang manusia melihat hal-hal yang ia sukai maka hal tersebut dapat menambah semangat dan kegembiraannya dan menjadikan sebagai berita gembira baginya karena diantara berita gembira yang Allah Swt berikan kepada seorang muslim di dunia adalah mimpi yang baik yang dimimpikan sendiri atau yang dimimpikan orang lain tentangnya. Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa Sallam bersabda :
“Tidaklah tinggal dari tanda-tanda kenabian kecuali berita-berita gembira”, para shahabat bertanya :”Apa itu berita-berita gembira?”, Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa Sallam bersabda: “Mimpi yang baik” (HR. Bukhari)
Dan dianjurkan baginya untuk menceritakan mimpi yang baik itu kepada orang lain sebagaimana sabda Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa Sallam :
“Apabila salah seorang dari kalian melihat mimpi yang ia sukai maka sesungguhnya ia datangnya dari Allah Swt maka bertahmidlah (ucapkan “Alhamdulillah”) dan kabarkanlah mimpi baik tersebut (kepada orang lain)” (HR. Bukhari dan Muslim)
2. Haditsu An Nafsi
Mimpi jenis ini terkadang muncul dari diri sendiri mungkin karena memikirkan sesuatu atau terlalu sibuk akan suatu urusan sehingga hal tersebut muncul dalam mimpinya. Atau bisa jadi mimpi ini merupakan permainan syaithan sebagaimana dalam hadits riwayat Imam Muslim, diriwayatkan bahwa seorang laki-laki berkata kepada Nabi Shallallahu ‘alaihi wa Sallam :
“Sesungguhnya saya telah bermimpi (melihat) kepalaku telah terputus (dari badanku) lalu saya mengikutinya dari belakang, maka Nabi Shallallahu ‘alaihi wa Sallam mencelanya dan bersabda: “Janganlah kamu ceritakan (kepada orang lain) permainan syaithan terhadapmu di dalam mimpi(mu)” (HR. Muslim)
3. Ru’ya As Sayyi’at
Ru’ya as sayyi’at (mimpi buruk) yaitu apabila seseorang melihat dalam mimpinya sesuatu yang ia benci. Mimpi ini datangnya dari syaithan yakni dengan menampakkan hal-hal yang jelek, yang dengannya seorang manusia dapat terkejut, sedih dan bisa jadi hingga membuatnya sakit, karena syaithan adalah musuh manusia, mereka menyukai apa yang dibenci oleh manusia. Allah Swt berfirman :
“Sesungguhnya pembicaraan rahasia itu adalah dari syaithan, supaya orang-orang yang beriman itu berduka cita, sedang pembicaraan itu tiadalah memberi mudharat sedikitpun kepada mereka, kecuali dengan izin Allah dan kepada Allah-lah hendaknya orang-orang yang beriman bertawakkal” (QS. Al Mujaadalah : 10)
Untuk itu apabila seseorang melihat mimpi yang buruk hendaknya ia meminta perlindungan kepada Allah Swt dari kejahatan-kejahatan syaithan dan keburukan-keburukan yang ia lihat di dalam mimpinya, dan mimpi buruk ini jangan disampaikan kepada orang lain bagaimana pun buruknya mimpi tersebut dikarenakan hal tersebut tidak dapat membahayakannya. Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa Sallam bersabda :
“Apabila (kalian) melihat selain dari itu (mimpi baik) berupa hal-hal yang dibenci, maka sesungguhnya itu datangnya dari syaithan maka berlindunglah (kepada Allah) dari kejahatannya (syaithan) dan janganlah ia menceritakannya kepada seorangpun, karena mimpi tersebut tidak membahayakannya” (Muttafaqun ‘Alaihi)
Namun disayangkan yang terjadi sekarang, sebagian orang apabila ia melihat hal-hal yang buruk dalam mimpinya justru berusaha untuk mencari tahu ta’wil dari mimpi tersebut baik dengan mencarinya di dalam buku-buku atau dengan menanyakan langsung kepada orang lain tanpa menyadari bahwa dengan mengungkapkan mimpi buruknya kepada orang lain bisa jadi hal tersebut bisa menjadi suatu kenyataan, jika Allah menghendaki.
Sumber : http://www.pidipedia.com/inilah-3-jenis-...annya.html

Facebook