Gambaran pasangan GBP/USD. 13 Agustus. Inggris terperosok dalam resesi terburuk dalam sejarahnya. Trump akan mendorong pengembangan vaksin Amerika melawan virus corona.
Jika mata uang Eropa diperdagangkan dengan tidak jelas selama hari perdagangan ketiga pekan ini, pound Inggris justru melanjutkan penurunannya. Selama beberapa hari, mata uang Inggris belum mampu menentukan arah pergerakan. Terjadi situasi klasik saat "sebagian tidak bisa, sementara sebagian lainnya tidak mau". Bears tidak bisa sekarang, tapi bulls tidak mau. Selain itu, situasi bulls dapat dipahami. Semua faktor epidemiologi telah dikembangkan dan epidemi mulai mereda secara perlahan di AS, jadi tidak mungkin lagi untuk menjual dolar berdasarkan faktor ini. Selanjutnya, krisis politik tetap ada, namun tidak berimbas langsung pada ekonomi, berbeda dengan krisis epidemiologi. Krisis sosial juga telah mereda, meski kerusuhan dan bentrokan dengan polisi berlanjut di beberapa kota Amerika.
Read more: https://www.realinstafx.com/forex_analysis/256952
Jika mata uang Eropa diperdagangkan dengan tidak jelas selama hari perdagangan ketiga pekan ini, pound Inggris justru melanjutkan penurunannya. Selama beberapa hari, mata uang Inggris belum mampu menentukan arah pergerakan. Terjadi situasi klasik saat "sebagian tidak bisa, sementara sebagian lainnya tidak mau". Bears tidak bisa sekarang, tapi bulls tidak mau. Selain itu, situasi bulls dapat dipahami. Semua faktor epidemiologi telah dikembangkan dan epidemi mulai mereda secara perlahan di AS, jadi tidak mungkin lagi untuk menjual dolar berdasarkan faktor ini. Selanjutnya, krisis politik tetap ada, namun tidak berimbas langsung pada ekonomi, berbeda dengan krisis epidemiologi. Krisis sosial juga telah mereda, meski kerusuhan dan bentrokan dengan polisi berlanjut di beberapa kota Amerika.
Read more: https://www.realinstafx.com/forex_analysis/256952

Facebook