Harga Minyak Mentah Turun karena Permintaan Tiongkok yang Lemah & Kekhawatiran Trump
Harga Minyak Mentah Turun
Pasar minyak merosot tajam saat kita memasuki minggu baru dengan harga minyak mentah berjangka turun tajam pada perdagangan awal Eropa pada hari Senin. Dolar AS yang kuat dan prospek perang dagang baru di bawah Trump 2.0 memicu pergeseran sentimen yang melemah di antara para pedagang minyak mentah. Berita tentang penurunan tajam permintaan dari Tiongkok menambah tekanan bearish pada hari Senin. Minyak mentah Saudi yang dikirim ke Tiongkok diperkirakan turun menjadi sekitar 36 juta barel pada bulan Desember. Ini menandai penurunan bulan kedua berturut-turut dalam data tersebut yang sekarang berada pada level terendah sejak Juli. Di balik gelombang stimulus Tiongkok baru-baru ini, melemahnya permintaan merupakan tanda yang mengkhawatirkan bahwa prospek jangka pendek tetap condong ke sisi negatif.
Perhatian terhadap USD
Melihat ke depan minggu ini, pergerakan Dolar AS akan menjadi kunci untuk minyak. Dengan menguatnya dolar AS sebagai respons terhadap terpilihnya kembali Trump, para pedagang akan mengamati data inflasi AS yang masuk pada hari Rabu. Setiap penguatan atau kenaikan baru akan membuat ekspektasi pelonggaran Fed melemah secara signifikan, yang selanjutnya mendukung USD dan menurunkan harga minyak mentah. Selain itu, setiap berita utama mengenai kebijakan perdagangan dan rencana tarif yang diusulkan Trump kemungkinan akan membuat harga minyak berada di bawah tekanan jual yang lebih besar karena pasar bersiap menyambut Trump kembali menjabat pada bulan Januari.
Selengkapnya lihat disini => https://www.tickmill.com/blog/crude-plun...rump-fears

Facebook