PROMO TOPIK
04-19-2022 Dilihat: 1,755
11-28-2016 Dilihat: 18,562
02-22-2016 Dilihat: 9,375
08-11-2015 Dilihat: 8,389



Share:Facebook Twitter
Rating:
  • 0 Vote(s) - 0 Average
  • 1
  • 2
  • 3
  • 4
  • 5
sportingindonesia
PERATURAN 10
METODE PENENTUAN SKOR


Gol Tercipta 

Sebuah Gol Tercipta ketika seluruh bagian dari Bola Melewati Garis Gawang, di antara dua Tiang Gawang dan di bawah Mistar Gawang, bahwa tidak ada tindakan Pelanggaran Peraturan Permainan Futsal yang di lakukan sebelumnya dari Tim Yang Menciptakan Gol.

Sebuah Gol Di Nyatakan Tidak Sah jika Penjaga Gawang Dari Tim Penyerang sengaja melempar Bola dengan tangan atau lengan dari Daerah Penalti sendiri dan ia adalah Pemain yang terakhir Menyentuh atau Memainkaan Bola. Pertandingan Di Mulai Kembali dengan Pembersihan Gawang bagi Tim Lawan.

Jika, sesudah sebuah Gol Tercipta, Wasit menyadari, sebelum Permainan Di Mulai Kembali, bahwa Tim Yang Menciptakan Gol di ketahui memainkan seorang Pemain atau melakukan kekeliruan Pergantian Pemain, Wasit Harus Tidak Mengesahkan Gol dan  Permainan Di Lanjutkan Kembali dengan sebuah Tendangan Bebas Tidak Langsung di laksanakan oleh lawan dari Pemain yang melakukan Pelanggaran dari tempat di dalam Daerah Penalti. Jika Tendangan Awal sudah di laksanakan, Hukuman harus di kenakan bagi Pemain yang Melakukan Pelanggaran menurut Peraturan 3, tapi Gol Di Sahkan. Wasit Membuat Laporan sesuai fakta kepada yang berwenang. Jika Gol Sudah Tercipta oleh Tim Lawannya, Wasit Harus Mengesahkannya.        

Pemenang Pertandingan 

Tim yang mencetak Jumlah Gol lebih banyak dalam Sebuah Pertandingan maka di nyatakan  sebagai pemenangnya. Jika ke dua Tim mencetak jumlah Gol sama atau tidak ada Gol yang di cetak maka Pertandingan di nyatakan Seri (imbang). 

Peraturan kompetisi 

Bila Peraturan Kompetisi mensyaratkan adanya Tim Pemenang sesudah sebuah Pertandingan atau Pertandingan Kandang dan Tandang yang berakhir seri,  harus mengikuti 
prosedur yang telah di setujui untuk mendapatkan pemenang yaitu :

- Peraturan Perhitungan Gol Tandang;
- Perpanjangan Waktu;
- Tendangan Dari Titik Penalti; 

Prosedur ini menjelaskan dalam bagian yang mengharuskan “Prosedur Untuk Menentukan Pemenang dari Sebuah Pertandingan Kandang dan Tandang yang Berakhir Seri.”
( diedit: 06-15-2016, 11:26 AM )
Kutip
sportingindonesia
PERATURAN 11
OFFSIDE

Tidak ada Offside dalam Futsal.
( diedit: 06-15-2016, 11:28 AM )
Kutip
sportingindonesia
PERATURAN 12
PELANGGARAN DAN KELAKUAN TIDAK SOPAN


Spoiler: peraturan12
Pelanggaran Dan Kelakuan Tidak Sopan dapat Di Hukum sesuai Peraturan Permainan Futsal di kenakan hukuman seperti sebagai berikut : 

Pelanggaran

Pelanggaran dapat Di Hukum Dengan Sebuah Tendangan Bebas Langsung atau Tendangan Bebas Tidak Langsung.

Pelanggaran Di Hukum Dengan Sebuah Tendangan Bebas Langsung 

Sebuah Tendangan Bebas Langsung di berikan kepada Tim Lawan jika seorang Pemain melakukan satu dari Tujuh Pelanggaran dengan cara yang di anggap Wasit sebagai kelalaian, kecerobohan atau menggunakan tenaga yang berlebihan : 

- Menendang atau mencoba untuk menendang lawan; 
- Mengganjal lawan; 
- Menerjang lawan; 
- Menyerang lawan;
- Memukul atau mencoba memukul lawan; 
- Mendorong lawan; 
- Mentekel lawan; 

Sebuah Tendangan Bebas Langsung juga di berikan kepada Tim Lawan jika seorang Pemain melakukan satu dari Tiga Pelanggaran ini : 

- Menahan, memegang atau menarik lawan; 
- Meludahi seorang lawan; 
- Memegang Bola secara sengaja kecuali untuk Penjaga Gawang di dalam Daerah  Penaltinya sendiri; 

Sebuah Tendangan Bebas Langsung di laksanakan dari tempat di mana Pelanggaran terjadi (lihat Peraturan 13 – Posisi Tendangan Bebas). 

Pelanggaran di atas adalah Akumulasi Pelanggaran.

Pelanggaran Yang Di Hukum Dengan Sebuah Tendangan Penalti 


Sebuah Tendangan Penalti di berikan jika ada Sepuluh Pelanggaran yang di sebutkan di atas yang di lakukan seorang Pemain di dalam Daerah Penalti sendiri, terlepas dari posisi Bola, tetapi Bola Berada Dalam Permainan. 

Pelanggaran Yang Di Hukum Dengan Tendangan Bebas Tidak Langsung 


Sebuah Tendangan Bebas Tidak Langsung di berikan kepada Tim Lawan jika seorang Penjaga Gawang melakukan satu dari Empat Pelanggaran sebagai berikut : 

- Mengontrol Bola dengan tangan atau kaki di dalam bagian Lapangan Permainan sendiri lebih dari Empat Detik;
- Setelah Memainkan Bola, ia Menyentuh kembali di dalam bagian Lapangan Permainan sendiri yang sengaja di tendang ke arahnya oleh Pemain satu Timnya dengan Tanpa Di Mainkan atau Di Sentuh Pemain Lawan terlebih dahulu; 
- Menyentuh Bola dengan tangan sendiri di dalam Daerah Penalti sendiri sesudah dengan sengaja di tendang kepadanya oleh Pemain satu Tim;
- Menyentuh Bola dengan tangan sendiri di dalam Daerah Penalti sendiri sesudah ia menerima langsung dari Tendangan Ke Dalam oleh Pemain satu Tim;        

Sebuah Tendangan Bebas Tidak Langsung juga di berikan kepada Tim Lawannya, di lakukan dari tempat di mana Pelanggaran terjadi, jika menurut pendapat dari Wasit, seorang Pemain : 

- Bermain dengan cara yang membahayakan; 
- Dengan sengaja merintangi langkah Pemain Lawan tanpa ada Bola; 
- Menghalang-halangi atau Mencegah Penjaga Gawang melepaskan Bola dari tangannya; 
- Melakukan Pelanggaran lainnya, yang tidak di sebutkan sebelumnya di dalam Peraturan 12. Permainan Di Hentikan Wasit memberikan Peringatan atau Pengusiran kepada Seorang Pemain; 

Tendangan Bebas Tidak Langsung di lakukan dari tempat di mana Pelanggaran terjadi (lihat Peraturan 13 – Posisi Tendangan Bebas).

Kelakuan Tidak Sopan

Kelakuan Tidak Sopan mendapatkan Hukuman Dengan Sebuah Peringatan atau Sebuah Pengusiran. 


Sanksi Disiplin 

Kartu Kuning di pergunakan untuk mengkomunikasikan bahwa seorang Pemain atau Pemain Pengganti telah di kenakan Peringatan.

Kartu Merah di pergunakan untuk mengkomunikasikan bahwa seorang Pemain atau Pemain Pengganti telah di kenakan Pengusiran.

Hanya Pemain atau Pemain Pengganti yang dapat di kenakan Kartu Merah atau Kartu Kuning. Hubungannya Kartu adalah hanya memperlihatkan kepada publik di Lapangan Permainan jika Pertandingan sudah di mulai, dalam kasus lain, Wasit secara lisan memberitahukan kepada Pemain  dan Ofisial Tim bahwa Sanksi Disiplin Telah Di Kenakan.

Wasit mempunyai kewenangan untuk Mengenakan Sanksi Disiplin, dari saat ia Memasuki Lapangan Permainan di mana ia di tugaskan, sejak Sebelum Pertandingan Di Mulai Sampai Ia Meninggalkan Lapangan Permainan.

Seorang Pemain yang melakukan Pelanggaran mendapat Sebuah Hukuman Peringatan atau Hukuman Pengusiran Dari Lapangan Permainan, baik di lakukan Di Dalam atau Di Luar Lapangan Permainan, apakah di tujukan terhadap seorang Lawan, Tim sendiri, Wasit atau orang lain, di kenakan Tindakan Disiplin sesuai dengan jenis Pelanggaran yang di lakukan.    

Pelanggaran Yang Mendapat Peringatan

Seorang Pemain Mendapat Peringatan jika Pemain tersebut melakukan satu dari Tujuh Pelanggaran sebagai berikut : 

- Berperilaku tidak sportif; 
- Berselisih dengan perkataan atau tindakan; 
- Tetap melanggar Peraturan Permainan Futsal; 
- Mengulur waktu untuk Memulai Kembali Permainan; 
- Tidak mentaati untuk menjaga jarak sesuai Peraturan Permainan saat Tendangan Sudut, Tendangan Bebas atau Tendangan Ke Dalam (Pemain Bertahan); 
- Memasuki atau Memasuki Kembali Lapangan Permainan tanpa ijin Wasit, atau melanggar Prosedur Pergantian Pemain; 
- Sengaja Meninggalkan Lapangan Permainan tanpa seijin Wasit; 

Pelanggaran Yang Mendapat Pengusiran 

Seorang Pemain atau Pemain Pengganti Di Usir dari Lapangan Permainan jika ia melakukan satu dari Tujuh Pelanggaran sebagai berikut :

- Pelanggaran serius terhadap Peraturan Permainan; 
- Bertindak kasar; 
- Meludahi Pemain Lawan atau orang lain; 
- Menghalangi lawan untuk Mencetak Gol atau Menghilangkan Kesempatan Mencetak Gol dengan sengaja Memegang Bola (ini tidak berlaku untuk seorang Penjaga Gawang  Di Daerah Penalti Sendiri); 
- Menghalangi lawan yang bergerak maju ke Gawang Timnya dan Menghilangkan Kesempatan Mencetak Gol dengan melakukan Pelanggaran yang dapat di kenakan Hukuman Sebuah Tendangan Bebas atau Sebuah Tendangan Pinalti; 
- Melakukan serangan, penghinaan atau kata-kata caci-maki dan/atau gerakan tubuh; 
- Menerima Peringatan Ke Dua di dalam Pertandingan yang sama;

Seorang Pemain Pengganti di kenakan Pengusiran jika melakukan Pelanggaran :

- Menghalangi Terciptanya Sebuah Gol atau jelas Sebuah Peluang Mencetak Gol;

Seorang Pemain atau Pemain Pengganti yang di kenakan Pengusiran harus meninggalkan sekitar Lapangan Permainan dan Daerah Teknik.
( diedit: 06-15-2016, 12:08 PM )
Kutip
sportingindonesia
PERATURAN 13
TENDANGAN BEBAS


Spoiler: peraturan 13
Jenis-Jenis Tendangan Bebas 

Tendangan Bebas terdiri dari Tendangan Bebas Langsung dan Tendangan Bebas Tidak Langsung.

Tendangan Bebas Langsung 


Isyarat

Salah satu Wasit memberikan Isyarat untuk melakukan Tendangan Bebas dengan mengangkat tangannya di atas kepalanya dan di tempat di mana tendangan akan di laksanakan. Wasit menunjukan dengan tangan lainnya ke Permukaan Lapangan memberi Isyarat kepada Wasit Ke Tiga dan Pencatat Waktu bahwa Pelanggaran tersebut adalah sebuah Akumulasi Pelanggaran.  

Bola Masuk Ke Gawang

- Jika Sebuah Tendangan Bebas Langsung di tendang secara langsung Masuk Ke Gawang Lawan, Sebuah Gol Di Nyatakan Sah;
- Jika Sebuah Tendangan Bebas Langsung di tendang secara langsung Masuk Ke Gawang sendiri, maka Tendangan Sudut di berikan kepada Tim Lawan;   

Akumulasi Pelanggaran

- Akumulasi Pelanggaran adalah Hukuman dengan Sebuah Tendangan Bebas atau Tendangan Penalti sesuai Peraturan 12;
- Akumulasi Pelanggaran yang di lakukan setiap Tim dalam setiap Paruh Permainan akan tercatat dalam Laporan Pertandingan;
- Wasit akan mengijinkan permainan di teruskan oleh Tim Yang Sedang  Di Untungkan jika sebelumnya tidak melakukan Akumulasi Pelanggaran Ke Lima dan Tim Lawan Tidak Menghilangkan Peluang Sebuah Gol atau jelas memiliki sebuah peluang untuk Mencetak Gol;   - Jika mereka Sedang Di Untungkan, Wasit wajib menggunakan Isyarat untuk menunjukan adanya Sebuah Akumulasi Pelanggaran kepada Pencatat Waktu dan Wasit Ke Tiga sesegera mungkin setelah Bola Di Luar Permainan;
- Jika Perpanjangan Waktu sedang di Mainkan, Akumulasi Pelanggaran dari Dua Paruh Waktu berlanjut selama Perpanjangan Waktu tersebut; 

Tendangan Bebas Tidak Langsung 


Isyarat 

Wasit menunjukan Sebuah Tendangan Bebas Tidak Langsung dengan Isyarat menaikan tangan di atas kepala. Ia mempertahankan dalam posisi tersebut sampai tendangan di laksanakan dan Bola sudah Di Sentuh Pemain lain atau Bola Telah Di Luar Permainan.

Bola Masuk Ke Gawang

Sebuah Gol Di Nyatakan Tercipta hanya jika Bola setelah Menyentuh Pemain lain sebelum Bola Masuk Ke Gawang.

- Jika sebuah Tendangan Bebas di tendang langsung Masuk Ke Gawang Lawan, maka sebuah Pembersihan Gawang di berikan kepada Tim Lawan;
- Jika sebuah Tendangan Bebas di tendang langsung Masuk Ke Gawang Sendiri, maka Tendangan Sudut di berikan kepada Tim Lawan; 

Prosedur

Untuk kedua tendangan baik Tendangan Bebas Langsung dan Tendangan Bebas Tidak Langsung, Bola harus diam tak bergerak bila tendangan akan di laksanakan.

Tendangan Bebas Langsung Di Awali Dengan Akumulasi Pelanggaran Ke Enam Oleh Setiap Tim 

- Pemain melaksanakan Tendangan Bebas dengan tujuan untuk  Membuat Gol dan tidak boleh untuk di umpan kepada kawan satu Tim;
- Sekali Tendangan Bebas di laksanakan, tidak boleh ada Pemain Menyentuh Bola sampai Di Sentuh Oleh Penjaga Gawang Tim Bertahan, Memantul ke salah satu Tiang Gawang atau Mistar Gawang, atau Meninggalkan Lapangan Permainan;  
- Jika seorang Pemain sebuah Tim mendapat Akumulasi Pelanggaran Ke Enam di daerah Tim Lawan atau di daerah sendiri hingga Garis Batas Setengah Lapangan dan Garis Bayang paralel dengan Garis Setengah Lapang sampai Titik Penalti Ke Dua, Tendangan Bebas di laksanakan dari Titik Penalti Ke Dua. Lokasi dari Titik Penalti Ke Dua adalah sebagaimana di tunjukan dalam Peraturan 1. Tendangan Bebas di laksanakan sesuai dengan ketentuan “Posisi Tendangan Bebas;”    
- Jika seorang Pemain mendapat Akumulasi Pelanggaran Ke Enam di daerah Lapangan Permainan sendiri di antara Garis Bayang 10 meter dan Garis Gawang tapi di luar Daerah Penalti, Tim Penyerang memutuskan apakah melaksanakan dari Titik Penalti Ke Dua atau di tempat di mana Pelanggaran terjadi;
- Di Awali Dengan Akumulasi Pelanggaran Ke Enam, Penambahan Waktu di ijinkan untuk melaksanakan Tendangan Bebas Langsung sampai selesai dari setiap Paruh atau sampai selesai di setiap Paruh Waktu dari Perpanjangan Waktu;   

Posisi Tendangan Bebas 

Tendangan Bebas di luar Daerah Penalti 

- Semua Pemain sekurangnya harus berada 5 meter dari Bola sampai Bola tersebut di mainkan;
- Bola Di Dalam Permainan bila Bola tersebut di mainkan dan bergerak;
- Tendangan Bebas di laksanakan dari tempat di mana Pelanggaraan terjadi atau dari posisi Bola saat Pelanggaran terjadi (menurut tempat Pelanggaran atau dari Titik Penalti Ke Dua);  

Tendangan Bebas Langsung atau Tidak Langsung Di Dalam Daerah Penalti untuk Tim Bertahan 

- Semua Pemain sekurangnya harus berada 5 meter dari Bola sampai Bola Di Dalam Permainan; 
- Semua Pemain harus tetap di luar Daerah Penalti sampai Bola Di Dalam Permainan;
- Bola Di Dalam Permainan bila sudah di tendang langsung keluar dari Daerah Penalti;
- Sebuah Tendangan Bebas di berikan dalam Daerah Penalti boleh di laksanakan dari tempat di daerah tersebut;

Tendangan Bebas Langsung Di Awali Dengan Akumulasi Pelanggaran Ke Enam di setiap Paruh Permainan 

- Pemain Tim Bertahan tidak boleh membentuk sebuah Dinding Pertahanan dari Tendangan Bebas;
- Pemain yang melakukan tendangan semestinya Di Identifikasi;
- Penjaga Gawang tetap berada di Daerah Penaltinya sekurangnya harus berada 5 meter dari Bola;
- Pemain tetap berada dalam Lapangan Permainan, kecuali yang hendak menendang;
- Pemain, kecuali Penendang dan Penjaga Gawang Bertahan, tetap di belakang Garis Bayang menghadapi Bola sejajar dengan Garis Gawang dan di luar Daerah Penalti, dalam jarak 5 meter dari Bola. Mereka tidak boleh menghalangi Pemain yang melaksanakan Tendangan Bebas. Pemain tidak boleh, kecuali Penendang, boleh melewati Garis Bayang sampai Bola dalam permainan;    

Tendangan Bebas Tidak Langsung untuk Tim Penyerang 


- Semua Pemain sekurangnya harus berada 5 meter dari Bola sampai Bola Dalam Permainan;
- Bola Dalam Permainan bila Bola tersebut di tendang dan bergerak;
- Sebuah Tendangan Bebas Tidak Langsung di tendang di laksanakan di dalam Daerah Penalti di Garis Daerah Penalti di tempat dekat di mana Pelanggaran terjadi;  


Pelanggaran Dan Sanksi 

Jika ketika Sebuah Tendangan Bebas di laksanakan, Seorang Pemain Tim Lawan berada dalam posisi jarak yang dekat dengan Bola kurang dari yang di tentukan, maka : 

- Tendangan akan di ulang dan Pemain Yang Melanggar Mendapat Peringatan, Jika Tidak Di Terapkan Keuntungan atau melakukan Pelanggaran lain yang dapat di Hukum dengan Sebuah Tendangan Penalti. Jika Pelanggaran yang dapat Di Hukum Sebuah Tendangan Bebas, Wasit memutuskan apakah Di Hukum atas Pelanggaran semula atau satu Pelanggaran berikutnya yang di lakukan. Jika pelanggaran ke dua Di Hukum Dengan Sebuah Tendangan Penalti atau Tendangan Bebas Langsung, di catat sebagai sebuah Akumulasi Pelanggaran bagi Tim Lawan;

Jika, waktu Sebuah Tendangan Bebas di laksanakan oleh Tim Bertahan dari dalam Daerah Penalti sendiri, Bola tidak di tendang langsung keluar dari Daerah Penalti :

- Tendangan Bebas di ulang;

Jika Tim melaksanakan Tendangan Bebas menggunakan waktu lebih Empat Detik :

- Wasit Memberikan Sebuah Tendangan Bebas Tidak Langsung kepada Tim Lawan, harus di laksanakan dari tempat di mana sebelumnya telah di lakukan Memulai Kembali Permainan (lihat Peraturan 13 – Posisi Tendangan Bebas);  

Di Awali Dengan Akumulasi Pelanggaran Ke Enam, jika Pemain melaksanakan tendangan tetapi tidak dengan maksud mencetak sebuah Gol :

- Wasit memberikan sebuah Tendangan Bebas Tidak Langsung kepada Tim Lawan, harus di laksanakan dari tempat di mana telah di lakukan Memulai Kembali Permainan;

Di Awali Dengan Akumulasi Pelanggaran Ke Enam, jika Sebuah Tendangan Bebas di laksanakan Tim Sendiri oleh seorang Pemain yang Tidak Di Identifikasi lebih dahulu :

- Wasit Menghentikan Permainan, memberikan Peringatan yang bersangkutan untuk kelakuan tidak sportif dan Memulai Kembali Pertandingan dengan Sebuah Tendangan Bebas Tidak Langsung bagi Tim Bertahan di tempat melaksanakan tendangan Bola;  

Tendangan Bebas di laksanakan oleh Pemain selain  Penjaga Gawang

Jika, Bola Sudah Dalam Permainan, Penendang Menyentuh Bola kembali (kecuali dengan tangan) sebelum Di Sentuh Pemain lain : 

- Sebuah Tendangan Bebas Tidak Langsung di berikan kepada Tim Lawan, untuk di laksanakan dari tempat di mana Pelanggaran terjadi (lihat Peraturan 13 – Posisi Tendangan Bebas);

Jika, setelah Bola Dalam Permainan, Penendang dengan sengaja Memegang Bola sebelum di sentuh Pemain lain : 

- Sebuah Tendangan Bebas Langsung di berikan kepada Tim Lawan, untuk di laksanakan dari tempat di mana Pelanggaran terjadi (lihat Peraturan 13 – Posisi Tendangan Bebas) dan Tim tersebut di beri Hukuman dengan Sebuah Akumulasi Pelanggaran;
- Sebuah Tendangan Penalti di berikan jika Pelanggaran telah di lakukan di dalam Daerah Penendang, dan Tim tersebut di beri Hukuman dengan Sebuah Akumulasi Pelanggaran;

Tendangan Bebas di laksanakan oleh Penjaga Gawang 

Jika, setelah Bola Dalam Permainan, Penjaga Gawang Menyentuh Bola kembali (kecuali dengan tangannya) sebelum Bola tersebut Di Sentuh Pemain lain :

- Sebuah Tendangan Bebas Tidak Langsung, di laksanakan dari tempat di mana Pelanggaran terjadi (lihat Peraturan 13 – Posisi Tendangan Bebas);

Jika, sesudah Bola Dalam Permainan, Penjaga Gawang sengaja Memegang Bola kembali dengan tangannya sebelum Di Sentuh Pemain lain :

- Sebuah Tendangan Bebas Langsung, di berikan kepada Tim Lawan  jika Pelanggaran terjadi di di luar Daerah Penalti dari Penjaga Gawang, di laksanakan dari tempat di mana Pelanggaran terjadi (lihat Peraturan 13 – Posisi Tendangan Bebas), dan Tim tersebut di beri Hukuman dengan Sebuah Akumulasi Pelanggaran;
- Sebuah Tendangan Bebas Tidak Langsung di berikan kepada Tim Lawan jika Pelanggaran terjadi di dalam Daerah Penalti Penjaga Gawang, di laksanakan dari tempat di mana Pelanggaran terjadi (lihat Peraturan 13 – Posisi Tendangan Bebas);

Jika Wasit memberikan Isyarat untuk melaksanakan Tendangan Bebas Langsung, Di awali Dengan Akumulasi Pelanggaran Ke Enam, dan sebelum Bola Dalam Permainan dan :

Seorang Pemain dari Tim melaksanakan tendangan Pelanggaran Peraturan Permainan Futsal, kecuali jika Penendang melaksanakan waktu lebih dari Empat Detik :

- Wasit mengijinkan melakukan tendangan;
- Jika Bola Masuk Ke Gawang, tendangan di ulang;
- Jika Bola Tidak Masuk Gawang, Wasit Menghentikan Permainan dan Memerintahkan Pertandingan Di Mulai Kembali dengan Sebuah Tendangan Bebas Tidak Langsung bagi Tim Bertahan, untuk melaksanakan tendangan dari tempat di mana Pelanggaran terjadi (lihat Peraturan 13 – Posisi Tendangan Bebas);

Seorang Pemain dari Tim Bertahan melanggar Peraturan Permainan Futsal :

- Wasit mengijinkan melakukan tendangan;
- Jika Bola Masuk Ke Gawang, sebuah Gol Di Sahkan;
- Jika Bola Tidak Masuk Ke Gawang, tendangan di ulang;

Satu atau lebih Pemain Tim Bertahan dan satu atau lebih Pemain Penyerang melanggar Peraturan Permainan Futsal :

- Tendangan di ulang;

Di Awali  Dengan Akumulasi Pelanggaran Ke Enam, jika, setelah Tendangan Bebas harus di laksanakan :

Penendang tidak dapat menendang ke depan dengan maksud mencetak sebuah Gol :

- Wasit Menghentikan Permainan dan memerintahkan Pertandingan Di Mulai Kembali dengan sebuah Tendangan Bebas Tidak Langsung bagi Tim Bertahan, harus di laksanakan dari tempat di mana Pelanggaran terjadi (lihat Peraturan 13 – Posisi Tendangan Bebas);

Penendang Menyentuh Bola kembali (kecuali dengan tangannya) sebelum di sentuh Pemain lainnya :

- Sebuah Tendangan Bebas Tidak Langsung di berikan kepada Tim Lawan, harus di laksanakan dari tempat di mana Pelanggaran terjadi (lihat Peraturan 13 – Posisi Tendangan Bebas);

Seorang Pemain berbeda dari Penendang yang Menyentuh Bola (kecuali dengan tangannya) sebelum Bola tersebut di sentuh Penjaga Gawang Bertahan, Memantul dari salah satu Tiang Gawang atau Mistar Gawang atau Meninggalkan Lapangan Permainan : 

- Sebuah Tendangan Bebas Tidak Langsung di berikan kepada Tim Lawan, harus di laksanakan dari tempat di mana Pelanggaran terjadi (lihat Peraturan 13 – Posisi Tendangan Bebas);

Seorang Pemain sengaja Memegang Bola :

- Sebuah Tendangan Bebas Langsung di berikan kepada Tim Lawan, harus di laksanakan dari tempat di mana Pelanggaran terjadi (lihat Peraturan 13 – Posisi Tendangan Bebas) dan Tim tersebut mendapat Hukuman dengan sebuah Akumulasi Pelanggaran;
- Sebuah Tendangan Penalti di berikan jika Pelanggaran telah di lakukan oleh Pemain Bertahan di dalam Daerah Penaltinya sendiri, kecuali untuk Penjaga Gawang Bertahan (lihat Peraturan 13 – Posisi Tendangan Bebas) dan Tim tersebut mendapat Hukuman dengan sebuah Akumulasi Pelanggaran;

Bola di sentuh oleh oleh seorang Pelaku Luar ketika Bola bergerak kedepan :

- Tendangan di ulang;

Bola Memantul ke dalam Lapangan Permainan dari Penjaga Gawang, Mistar Gawang atau Tiang Gawang, dan Di Sentuh seorang Pelaku Luar : 

- Wasit Menghentikan Permainan;
- Permainan Di Mulai Kembali dengan Menjatuhkan Bola di tempat di mana Bola tersebut di sentuh Pelaku Dari Luar di dalam Daerah Penalti, dalam hal ini satu di antara Wasit Menjatuhkan Bola di dalam Garis Daerah Penalti di dekat tempat di mana Bola ketika Permainan Di Hentikan;

Bola pecah atau menjadi rusak ketika dalam Permainan dan tanpa lebih dahulu Menyentuh Tiang Gawang, Mistar Gawang atau Pemain lain :

- Tendangan di ulang ;
( diedit: 06-15-2016, 11:36 AM )
Kutip
sportingindonesia
PERATURAN 14
TENDANGAN PENALTI


Spoiler: peraturan14 - tendangan penalti
Sebuah Tendangan Penalti di berikan terhadap sebuah Tim yang melakukan satu dari Sepuluh Pelanggaran Sebuah Tendangan Bebas Langsung, Pelanggaran tersebut di lakukan di Daerah Penaltinya sendiri dan saat Bola Masih Dalam Permainan.

Gol dapat langsung Tercipta dari sebuah Tendangan Penalti.

Penambahan Waktu dapat di ijinkan untuk Sebuah Tendangan Penalti yang di laksanakan pada akhir setiap Paruh atau pada akhir dari setiap paruh dari Perpanjangan Waktu.

Posisi Bola Dan Pemain

Bola :
     
- Harus di tempatkan di Titik Penalti;

Pemain yang melakukan Tendangan Penalti :

- Harus lebih dahulu Di Identifikasi;

Penjaga Gawang bertahan :

- Harus di ingatkan berada di Garis Gawang, menghadap Penendang, di antara kedua Tiang Gawang sampai Bola di tendang;

Para Pemain selain dari pada Penendang harus berada di tempat :

- Di dalam Lapangan Permainan;
- Di luar Daerah Penalti;
- Di belakang Titik Penalti;
- Sekurangnya harus berada 5 meter dari Titik Penalti;

Prosedur 

- Sesudah Penendang mengambil posisi sesuai dengan Peraturan Permainan, salah satu Wasit memberi Isyarat untuk melaksanakan Tendangan Penalti;
- Pemain yang melaksanakan harus menendang Bola ke arah depan;
- Bola Dalam Permainan apabila sudah di tendang dan bergerak ke depan;

Ketika sebuah Tendangan Penalti di laksanakan selama Waktu Normal, atau di berikan Penambahan Waktu pada Paruh Permainan atau Waktu Penuh Permainan atau sampai selesai Perpanjangan Waktu jika ada, di ijinkan untuk melaksanakan atau mengulang Tendangan Penalti, sebuah Gol Di Sahkan jika, sebelum melewati di antara ke dua Tiang Gawang dan di bawah Mistar Gawang :
    
- Bola Menyentuh salah satu atau ke dua Tiang Gawang atau Mistar Gawang dan/atau Penjaga Gawang;

Wasit memutuskan kapan Tendangan Penalti telah selesai di laksanakan sesuai prosedur.

Pelanggaran Dan Sanksi

Jika Pemain melakukan Tendangan Penalti tidak menendang Bola ke depan :

- Wasit Menghentikan Permainan dan Memerintahkan Pertandingan Di Mulai Kembali  dengan sebuah Tendangan Bebas bagi Tim Bertahan, harus di laksanakan dari Titik Penalti (lihat Peraturan 13 – Posisi Tendangan Bebas);

Jika, ketika sebuah Tendangan Penalti di laksanakan, Bola di tendang oleh Pemain dari Tim bersangkutan yang Tidak Di Identifikasi lebih dahulu :

- Wasit Menghentikan Permainan, Peringatan di berikan kepada yang bersangkutan untuk kelakukan tidak sportif dan Memerintahkankan Pertandingan Di Mulai Kembali dengan sebuah Tendangan Bebas Tidak Langsung bagi Tim Bertahan, di laksanakan dari Titik Penalti (lihat Peraturan 13 – Posisi Tendangan Bebas);

Jika Wasit memberikan Isyarat untuk melakukan Tendangan Penalti dan sebelum Bola Dalam Permainan, salah satu mengikuti termasuk :

Seorang Pemain dari Tim yang sama sebagai Pemain yang melakukan Pelanggaran tendangan Peraturan Permainan Futsal :

- Wasit mengijinkan tendangan di laksanakan;
- Jika Bola Masuk Ke Gawang, tendangan di ulang;
- Jika Bola Tidak Masuk Ke Gawang, Wasit Menghentikan Permainan dan Memerintahkan Pertandingan Di Mulai Kembali dengan sebuah Tendangan Bebas Tidak Langsung bagi Tim Bertahan, untuk melaksanakan tendangan dari tempat Pelanggaran terjadi (lihat Peraturan 13 – Posisi Tendangan Bebas);

Seorang Pemain Bertahan melakukan Pelanggaran Peraturan Permainan Futsal :

- Wasit mengijinkan tendangan di laksanakan;
- Jika Bola Masuk Ke Gawang, sebuah Gol Di Sahkan;
- Jika Bola Tidak Masuk Ke Gawang, tendangan di ulang;

Satu atau lebih Pemain Tim Bertahan dan satu atau lebih Pemain Tim Penyerang melakukan Pelanggaran Peraturan Permainan Futsal :

 - Tendangan di ulang;

Jika, sesudah tendangan di laksanakan :

Penendang Menyentuh Bola kembali (kecuali dengan tangannya) sebelum Bola tersebut Di Sentuh Pemain lain :

- Sebuah Tendangan Bebas Tidak Langsung di berikan kepada Tim Lawan, di laksanakan dari tempat di mana Pelanggaran terjadi (lihat Peraturan 13 – Posisi Tendangan Bebas);

Penendang sengaja Memegang Bola sebelum Di Sentuh Pemain lain :

- Sebuah Tendangan Bebas Langsung di berikan kepada Tim Lawan, di laksanakan dari tempat di mana Pelanggaran terjadi (lihat Peraturan 13 – Posisi Tendangan Bebas) dan Tim tersebut di beri Hukuman dengan Sebuah Akumulasi Pelanggaran;

Bola di sentuh oleh seorang Pelaku Dari Luar membuat Bola bergerak ke depan :

- Tendangan di ulang kembali;

Bola Memantul ke dalam Lapangan Permainan dari Penjaga Gawang, Mistar Gawang atau Tiang Gawang, dan Di Sentuh oleh seorang Pelaku Dari Luar :

- Wasit Menghentikan Permainan;
- Permainan Di Mulai Kembali dengan Menjatuhkan Bola di tempat di mana Bola tersebut Di Sentuh Seorang Pelaku Dari Luar, atau Bola tersebut Di Sentuh oleh Pelaku Dari Luar di dalam Daerah Penalti, dalam hal ini satu dari Wasit Menjatuhkan Bola di dalam Garis Daerah Penalti di dekat tempat di mana Bola ketika Permainan Di Hentikan;

Bola pecah atau menjadi rusak ketika Bola Dalam Permainan dan tidak lebih dahulu Menyentuh Tiang Gawang, Mistar Gawang atau Pemain :

- Tendangan di ulang;
( diedit: 06-15-2016, 11:40 AM )
Kutip
sportingindonesia
PERATURAN 15
TENDANGAN KE DALAM


Tendangan Ke Dalam 

Tendangan Ke Dalam adalah sebuah cara Memulai Kembali Permainan. 

Tendangan ke Dalam di berikan kepada lawan dari Pemain yang terakhir Menyentuh Bola ketika seluruh Bola melewati Garis Samping, baik Bergulir Dalam Lapangan maupun Melayang Di Udara;

Sebuah Gol Tidak Dapat Tercipta langsung dari Tendangan Ke Dalam.

Posisi Pemain 

Pemain Lawan harus :

- Di dalam Lapangan Permainan;
- Berjarak sekurangnya harus berada 5 meter dari tempat Garis Samping di mana Tendangan Ke Dalam di laksanakan;

Prosedur

Hanya ada satu jenis prosedur : 

- Tendangan Ke Dalam;

Posisi Tendangan Ke Dalam

Di saat mengumpan Bola, Penendang :

- Satu kaki berada di Garis Samping atau di atas bagian luar Lapangan Permainan;
- Menendang Bola, harus diam tak bergerak, baik dari tempat di mana Bola Meninggalkan Lapangan Permainan atau di luar Lapangan di sebuah jarak tidak lebih dari pada 25 cm dari tempat tersebut;
- Mengumpan Bola dalam waktu Empat Detik sudah harus di laksanakan;

Bola Dalam Permainan ketika Bola tersebut memasuki Lapangan Permainan.   

Pelanggaran Dan Sanksi

Jika, ketika sebuah Tendangan Ke Dalam akan di laksanakan, seorang lawan berjarak dekat dengan Bola kurang dari jarak yang di persyaratkan :

- Tendangan di ulang kembali oleh Tim yang sama dan Pemain yang melanggar di beri Peringatan, jika tidak keuntungan dapat di terapkan atau Sebuah Pelanggaran Di Hukum dengan Sebuah Tendangan Bebas atau Tendangan Penalti di laksanakan oleh Tim Lawan dari Pemain yang melaksanakan Tendangan Ke Dalam;

Jika seorang lawan berlaku tidak sportif mengganggu atau menghalangi Pemain yang melaksanakan Tendangan Ke Dalam :

- Ia di berikan Peringatan untuk kelakuan tidak sportif;

Untuk pelanggaran lain dari prosedur Tendangan Ke Dalam :

- Tendangan Ke Dalam oleh Pemain Lawan;

Tendangan Ke Dalam oleh Pemain lain selain Penjaga Gawang

Jika Bola dalam permainan dan Pemain melaksanakan Tendangan Ke Dalam Menyentuh Bola kembali (kecuali dengan tangannya) sebelum Bola tersebut Di Sentuh Pemain lain : 

- Sebuah Tendangan Bebas Tidak Langsung di berikan kepada Tim Lawan, di laksanakan dari tempat di mana Pelanggaran terjadi (lihat Peraturan 13 – Posisi Tendangan Bebas);

Jika Bola dalam permainan dan Pemain melaksanakan Tendangan Ke Dalam sengaja Memegang Bola kembali sebelum Di Sentuh Pemain lain :

- Sebuah Tendangan Bebas Langsung di berikan kepada Tim Lawan, di laksanakan dari tempat di mana Pelanggaran terjadi (lihat Peraturan 13 – Posisi Tendangan Bebas) dan Tim tersebut di beri Hukuman dengan Sebuah Akumulasi Pelanggaran;
- Sebuah Tendangan Penalti di berikan jika pelanggaran di lakukan di dalam Daerah Penalti dari Pemain yang melaksanakan Tendangan Ke Dalam dan Tim tersebut di beri Hukuman dengan Sebuah Akumulasi Pelanggaran;

Tendangan Ke Dalam oleh Penjaga Gawang

Jika Bola dalam permainan dan Penjaga Gawang Menyentuh Bola kembali (kecuali dengan tangannya) sebelum Bola tersebut Di Sentuh Pemain lain :

- Sebuah Tendangan Bebas Tidak Langsung di berikan kepada Tim Lawan, di laksanakan dari tempat di mana Pelanggaran terjadi (lihat Peraturan 13 – Posisi Tendangan Bebas);

Jika Bola dalam permainan dan Penjaga Gawang sengaja Memegang Bola sebelum Bola tersebut Di Sentuh Pemain lain :

- Sebuah Tendangan Bebas Langsung di berikan kepada Tim Lawan jika Pelanggaran terjadi di luar Daerah Penalti Penjaga Gawang, di laksanakan dari tempat di mana Pelanggaran terjadi  (lihat Peraturan 13 – Posisi Tendangan Bebas) dan Tim tersebut di beri Hukuman dengan Sebuah Akumulasi Pelanggaran;
- Sebuah Tendangan Bebas Tidak Langsung di berikan kepada Tim Lawan jika pelanggaran terjadi di dalam Daerah Penalti Penjaga Gawang, di laksanakan dari Garis Daerah Penalti di tempat dekat di mana Pelanggaran terjadi (lihat Peraturan 13 – Posisi Tendangan Bebas);
( diedit: 06-15-2016, 11:42 AM )
Kutip
sportingindonesia
PERATURAN 16
PEMBERSIHAN GAWANG (GOAL CLEARANCE)


Pembersihan Gawang adalah sebuah cara dari Memulai Kembali Permainan.

Sebuah Pembersihan Gawang adalah diberikan ketika Bola keseluruhannya telah Melewati Garis Gawang, salah satunya Bergulir Dalam Lapangan atau Melayang Di Udara, terakhir di sentuh seorang Pemain Tim Penyerang, dan sebuah Gol Tidak Tercipta sesuai ketentuan Peraturan 10.

Sebuah Gol Tidak Tercipta langsung dari sebuah Pembersihan Gawang.

Posisi Pemain

Pemain lawan harus :

- Di dalam Lapangan Permainan dan di luar Daerah Penalti dari Tim yang melaksanakan Pembersihan Gawang sampai Bola Dalam Permainan;

Prosedur


- Bola di lempar dari tempat di dalam Daerah Penalti Penjaga Gawang dari Tim Bertahan;
- Penjaga Gawang Tim Bertahan melakukan Pembersihan Gawang dalam Empat Detik sudah di lakukan;
- Bola dalam permainan ketika Bola tersebut di lempar langsung ke luar dari Daerah Penalti oleh Penjaga Gawang dari Tim Bertahan;

Pelanggaran Dan Sanksi 

Jika bola tidak dilempar langsung ke luar Daerah Penalti dari sebuah Pembersihan Gawang :

- Pembersihan Gawang di ulang kembali, tetapi hitungan Empat Detik tidak di ulangi dan hitungan di lanjutkan Penjaga Gawang harus melaksanakan kembali Pembersihan Gawang;

Jika Bola dalam permainan dan Penjaga Gawang Menyentuh bola kembali (kecuali dengan tangannya) sebelum Di Sentuh Pemain lainnya :

- Sebuah Tendangan Bebas Tidak Langsung di berikan kepada Tim Lawan, harus di laksanakan dari tempat di mana Pelanggaran terjadi (lihat Peraturan 13 – Posisi Tendangan Bebas);

Jika Bola dalam permainan dan Penjaga Gawang sengaja Memegang Bola sebelum Bola tersebut Di Sentuh Pemain lain :

- Sebuah Tendangan Bebas Langsung di berikan kepada Tim Lawan jika pelanggaran terjadi di luar Daerah Penalti Penjaga Gawang, harus di laksanakan dari tempat di mana Pelanggaran terjadi (lihat Peraturan 13 – Posisi Tendangan Bebas) dan Tim tersebut di berikan Hukuman dengan Sebuah Akumulasi Pelanggaran;

- Sebuah Tendangan Bebas Tidak Langsung di berikan kepada Tim Lawan jika Pelanggaran terjadi terjadi di dalam Daerah Penalti Penjaga Gawang, harus di laksanakan dari Garis Daerah Penalti di tempat dekat di mana Pelanggaran terjadi (lihat Peraturan 13 – Posisi Tendangan Bebas);

Jika Bola Dalam Permainan dan Penjaga Gawang Menyentuh Bola kembali di setengah dari Lapangan Permainan sendiri sesudah itu secara sengaja Bola Di Mainkan kepadanya oleh Pemain satu Tim tanpa seorangpun lawan Memainkan atau Menyentuh Bola tersebut :

- Sebuah Tendangan Bebas Tidak Langsung di berikan kepada Tim Lawan, harus di laksanakan dari Garis Daerah Penalti di tempat dekat di mana Pelanggaran terjadi (lihat Peraturan 13 – Posisi Tendangan Bebas);

Jika Pembersihan Gawang  tidak di laksanakan dalam Empat Detik :

- Sebuah Tendangan Bebas Tidak Langsung di berikan kepada Tim Lawan, harus di laksanakan dari Garis Daerah Penalti di tempat dekat di mana Pelanggaran terjadi (lihat Peraturan 13 – Posisi Tendangan Bebas);

Jika Pembersihan Gawang di laksanakan dengan Pemain Penyerang di dalam Daerah Penalti :

- Pembersihan Gawang di ulang kembali jika ada Pemain Penyerang Menyentuh Bola atau mencegah Pembersihan Gawang dari yang seharusnya di laksanakan;

Di dalam Pertandingan ada Pelanggaran lainnya dari Peraturan Permainan :

- Pembersihan Gawang di ulang kembali. Jika Pelanggaran di lakukan oleh Tim yang melakukan Pembersihan Gawang, hitungan Empat Detik tidak di ulang dan hitungan di lanjutkan Penjaga Gawang harus melaksanakan kembali Pembersihan Gawang;
( diedit: 06-15-2016, 11:50 AM )
Kutip
sportingindonesia
PERATURAN 17
TENDANGAN SUDUT

 
Tendangan Sudut adalah salah satu cara Memulai Kembali Permainan. 
 
Sebuah Tendangan Sudut di berikan ketika seluruh bagian Bola Melewati Garis Gawang, baik Bergulir Dalam Lapangan maupun Melayang Di Udara setelah terakhir Menyentuh Pemain Tim Bertahan, dan Tidak  Tercipta Gol, sesuai dengan Peraturan 10. 
 
Gol Dapat Tercipta Langsung dari sebuah Tendangan Sudut, tetapi hanya berlaku bagi Pemain dari Tim Lawan.
 
Posisi Bola Dan Pemain
 
Bola harus :
 
- Di dalam Busur Sudut yang  terdekat dengan ujung di mana Bola berada di persilangan Garis Gawang;
 
 
Pemain Lawan harus :
 
- Di dalam Lapangan Permainan sekurangnya harus berjarak 5 meter dari Busur Sudut sampai Bola Dalam Permainan;
 
Prosedur
 
- Bola harus di tendang oleh Pemain dari Tim Penyerang;
- Tim yang melaksanakan tendangan harus mengumpan Bola dalam Empat Detik sudah di laksanakan;
- Bola Dalam Permainan ketika sudah di tendang dan bergerak;
 
Pelanggaran Dan Sanksi
 
Jika, ketika sebuah Tendangan Sudut di laksanakan, seorang Lawan berada dekat Bola kurang dari jarak yang seharusnya :
 
- Tendangan Sudut di laksanakan kembali oleh Tim yang sama dan Pemain Yang Melanggar di beri Peringatan, kecuali keuntungan di terapkan atau Sebuah Pelanggaran Di Hukum Dengan Sebuah Tendangan Bebas atau Tendangan Penalti atas apa yang di lakukan oleh Tim Bertahan;
 
Jika seorang lawan melakukan hal yang tidak sportif seperti mengganggu atau menghalangi Pemain melaksanakan Tendangan Sudut :
 
- Ia di beri Peringatan untuk perilaku tidak sportif;
 
Jika Tendangan Sudut tidak di laksanakan dalam Empat Detik :
 
 - Sebuah Pembersihan Gawang di berikan kepada Tim Lawan;
 
Dalam pertandingan ada Pelanggaran lain dari prosedur Posisi bola :
 
- Tendangan di laksanakan kembali, jika pelanggaran di lakukan oleh Tim yang melakukan tendangan, Empat Detik hitungan tidak di ulang kembali dan hitungan di lanjutan Penendang harus melaksanakan kembali Tendangan Sudut;
 
Tendangan Sudut di laksanakan oleh Pemain selain Penjaga Gawang
 
Jika Bola Dalam Permainan dan Pemain Penendang Menyentuh Bola kembali (kecuali dengan tangan) sebelum Bola tersebut Di Sentuh Pemain lain :
 
- Sebuah Tendangan Bebas Tidak Langsung di berikan kepada Tim Lawan, di laksanakan dari tempat di mana Pelanggaran terjadi (lihat Peraturan 13 – Posisi Tendangan Bebas);
 
Jika Bola Dalam Permainan dan Penendang Sengaja Memegang Bola sebelum di sentuh Pemain lain;
 
- Sebuah Tendangan Bebas Langsung di berikan kepada Tim Lawan, di laksanakan dari tempat di mana Pelanggaran terjadi (lihat Peraturan 13 – Posisi Tendangan Bebas), dan Tim tersebut di berikan Hukuman dengan Sebuah Akumulasi Pelanggaran;
- Sebuah Tendangan Penalti di berikan jika Pelanggaran telah di lakukan di dalam Daerah Penalti dari Pemain yang melaksanakan tendangan dan Tim tersebut di berikan Hukuman dengan Sebuah Akumulasi Pelanggaran;
 
Tendangan Sudut Di Laksanakan Oleh Penjaga Gawang
 
Jika Bola Dalam Permainan dan Penjaga Gawang Menyentuh Bola kembali (kecuali dengan tangannya) sebelum Di Sentuh Pemain lainnya :
 
- Sebuah Tendangan Bebas Tidak Langsung di berikan kepada Tim Lawan, di laksanakan dari tempat di mana Pelanggaran terjadi (lihat Peraturan 13 – Posisi Tendangan Bebas); 
 
Jika Bola Dalam Permainan dan Penjaga Gawang Sengaja Memegang Bola sebelum di sentuh Pemain lain :
 
- Sebuah Tendangan Bebas Langsung di berikan kepada Tim lawan, di laksanakan dari tempat di mana Pelanggaran terjadi (lihat Peraturan 13 – Posisi Tendangan Bebas), dan Tim tersebut di berikan Hukuman dengan Sebuah Akumulasi Pelanggaran; 
- Sebuah Tendangan Bebas Tidak Langsung di berikan kepada Tim Lawan jika Pelanggaran terjadi di dalam Daerah Penalti Penjaga Gawang, di laksanakan dari tempat di mana Pelanggaran terjadi (lihat Peraturan 13  - Posisi Tendangan Bebas);
( diedit: 06-15-2016, 12:00 PM )
Kutip
sportingindonesia
PROSEDUR UNTUK MENENTUKAN PEMENANG

Gol Tandang, Perpanjangan Waktu dan Tendangan Dari Titik Penalti adalah Tiga Cara yang di setujui untuk menentukan Tim Pemenangnya di mana di atur dalam Peraturan Kompetisi tersebut mensyaratkan untuk menghasilkan pemenangnya setelah Pertandingan Berakhir Imbang. Perpanjangan Waktu dan Tendangan Dari Titik Penalti adalah bukan bagian dari Pertandingan.

Gol Tandang


Peraturan Kompetisi  dapat membuat ketentuan bahwa di mana setiap Tim bermain Kandang dan Tandang, jika keseluruhan skornya sama setelah Pertandingan ke dua, maka setiap Gol yang di hasilkan dalam Lapangan Permainan dari Tim Lawan (tandang) Akan Di Hitung Dobel. 

Perpanjangan Waktu

Peraturan Kompetisi dapat membuat ketentuan selanjutnya untuk Memainkan Dua Paruh yang sama, Tiga atau Lima menit setiap Paruh, Harus Di Mainkan. Menerapkan ketentuan Peraturan 8. Peraturan Kompetisi harus menyebutkan pasti lamanya waktu yang sama dari Dua Paruh dari Perpanjangan Waktu.

Tendangan Dari Titik Penalti  

Peraturan Kompetisi untuk Tendangan Dari Titik Penalti sesuai dengan persyaratan prosedur di bawah.

Prosedur 

- Wasit memilih Gawang mana yang akan di pilih untuk melaksanakan Tendangan Penalti;
- Wasit melemparkan koin dan kapten yang memenangkan lemparan koin memutuskan apakah Timnya akan melakukan Tendangan Pertama atau Ke Dua;
- Wasit, Wasit Ke Dua, Wasit Ke Tiga dan Pencatat Waktu memegang catatan yang melakukan tendangan;
- Sesuai dengan penjelasan ketentuan di bawah, ke dua Tim melaksanakan Tiga Tendangan;
- Tendangan di laksanakan secara bergantian oleh ke dua Tim;
- Jika, sebelum ke dua Tim melaksanakan Tiga Tendangan, salah satu Tim telah menghasilkan Gol lebih banyak dari Gol yang mungkin di hasilkan Tim lainnya, maka tendangan tidak di lanjutkan;      
- Jika, sesudah ke dua Tim melaksanakan Tiga Tendangan, ke duanya menghasilkan jumlah gol yang sama, atau tidak menghasilkan Gol sama sekali, tendangan di lanjutkan dengan cara yang sama sampai sampai salah satu Tim menghasilkan Gol yang lebih banyak dari Tim lainnya oleh Penendang dengan jumlah yang sama;  
- Semua Pemain dan Pemain Cadangan berhak untuk melaksanakan tendangan;
- Seorang Penjaga Gawang boleh di gantikan Pemain lainnya ketika tendangan akan di laksanakan dari Titik Penalti;
- Setiap tendangan di laksanakan oleh Pemain berbeda dan semua Pemain dapat  melaksanakan tendangan sebelum seorang Pemain melaksanakan tendangan ke dua kalinya;
- Seorang Pemain yang berhak melaksanakan Tendangan Penalti dapat menggantikan tempat Penjaga Gawang di setiap saat ketika Tendangan Dari Titik Penalti sedang di laksanakan, menyampaikan pemberitahuan kepada Wasit dan yang bersangkutan menggunakan perlengkapan (seragam) yang sesuai;
- Hanya Pemain yang berhak, termasuk Penjaga Gawang, Wasit dan Wasit Ke Tiga di perbolehkan untuk berada di dalam Lapangan Permainan ketika Tendangan Dari Titik Penalti sedang di laksanakan;
- Semua Pemain yang berhak, kecuali Pemain yang melaksanakan tendangan dan dua Penjaga Gawang, harus berada di tempat separuh Lapangan Permainan berseberangan dengan Wasit Ke Tiga;
- Penjaga Gawang teman satu Tim yang melakukan tendangan harus berada di bagian yang berseberangan dengan Daerah Penggantian Pemain, dalam Lapangan Permainan dekat Titik Penalti dan harus berjarak sekurangnya harus berada 5 meter dari titik tersebut;          
- Kecuali di nyatakan lain, Peraturan Permainan Futsal dan Pedoman dari Departemen Wasit FIFA yang di terapkan saat di laksanakan Tendangan Dari Titik Penalti; 
- Jika, sampai selesai Pertandingan atau Perpanjangan Waktu dan sebelum tendangan di mulai di laksanakan dari Titik Penalti, satu Tim lebih banyak jumlah Pemainnya, termasuk Pemain Pengganti, dari pada Pemain Lawan, maka harus di kurangi agar sama dengan Pemain Lawan dan Kapten Tim harus menginformasikan kepada Wasit tentang nama dan nomor punggung setiap Pemain yang di keluarkan;
- Jika sebuah Tim harus mengurangi jumlah untuk menyamakan dengan lawan, ia boleh menjadikan Penjaga Gawang sebagai Pemain yang di pilih untuk melaksanakan Tendangan Penalti; 
- Seorang Penjaga Gawang di keluarkan dari daftar Penendang untuk keharusan menyamakan jumlah Pemain dari Timnya dengan Tim lawannya, ia bisa berada di dalam Daerah Teknik, Penjaga Gawang yang bersangkutan boleh di gantikan setiap saat;        
- Sebelum memulai Tendangan Dari Titik Penalti, Wasit harus menjamin bahwa jumlah Pemain dari setiap Tim yang akan melaksanakan Tendangan Penalti, berada di dalam Setengah Lapangan;
( diedit: 06-15-2016, 12:03 PM )
Kutip
sportingindonesia
DAERAH TEKNIK

Daerah Teknik merupakan daerah khusus untuk Staf Teknik (Ofisial Tim) dan Pemain Cadangan.

Selagi ukuran dan posisi dapat berbeda di antara fasilitas, ikuti uraian berikut ini sebagai Pedoman Umum :

- Daerah Teknik merupakan tambahan 1 meter ke dua sisi dari samping daerah Tempat Duduk dan memanjang kedepan sampai berjarak 75 cm dari Garis Samping;
- Di sarankan membuat Tanda-Tanda untuk menentukan Batas Daerah ini;
- Jumlah orang di perbolehkan untuk berada di Daerah Teknik di tetapkan dalam Peraturan Kompetisi;
- Yang berada di Daerah Teknik Di Identifikasi sebelum Pertandingan di mulai sesuai dengan Peraturan Kompetisi;
- Hanya satu orang dalam satu waktu di perbolehkan untuk memberikan instruksi teknik dan boleh tetap berdiri;
- Pelatih dan Ofisial lainnya harus berada dalam Batas-Batas dari Daerah Teknik kecuali dalam kondisi tertentu, seperti seorang Fisioterapi atau Dokter memasuki Lapangan Permainan, dengan ijin Wasit, memeriksa cedera Pemain atau menolong yang bersangkutan keluar dari Lapangan Permainan;
- Pelatih dan yang lainnya yang berada di Daerah Teknik harus bersikap bertanggung jawab, menghindari menghalangi pandangan Pemain dan pergerakan Wasit;   
- Pemain Pengganti dan Pelatih Fisik boleh melakukan pemanasan selama Pertandingan dalam daerah yang di sediakan untuk tujuan ini, juga mereka tidak boleh menghalangi pergerakan Pemain dan Wasit dan mereka harus bersikap bertanggung jawab;


ASISTEN WASIT CADANGAN

- Di tunjuk berdasarkan Peraturan Kompetisi dan menggantikan Pencatat Waktu jika ada Wasit yang tidak dapat melanjutkan tugasnya dalam Pertandingan. Ia membantu Wasit setiap saat; 
- Membantu tugas administrasi Sebelum, Selama dan Setelah Pertandingan yang di butuhkan oleh Wasit; 
- Menyampaikan sebuah Laporan Lengkap Setelah Pertandingan ke pihak yang berwenang pada setiap Pelanggaran atau insiden lainnya yang terjadi di luar pandangan Wasit. Ia harus memberitahu Wasit Laporan apapun yang di buat; 
- Mencatat semua insiden yang terjadi, Sebelum, Selama dan Setelah Pertandingan;
- Membawa sebuah Alat Pencatat Waktu alternatif dalam kasus ini di perlukan bila ada insiden apapun; 
- Posisi di tempat yang tidak menyolok tapi tidak di sebelah Asisten Wasit;
 


ISYARAT WASIT DAN ASISTEN WASIT

Wasit harus memberikan Isyarat sesuai gambar di bawah ini, agar di ingat bahwa di situ hanya ada satu Isyarat dari Wasit dan bahwa bila ke dua Wasit harus melakukannya hanya satu Isyarat pada waktu yang sama.    

Asisten Wasit harus memberikan Isyarat untuk Waktu Time-out dan Akumulasi Pelanggaran Ke Lima.

Isyarat oleh hanya satu dari Wasit.


__________________________________
promo-web : cityseo.top
( diedit: 06-15-2016, 12:06 PM )
Kutip

Komentar
Untuk komentar silahkan ...
---atau---

Loncat forum ke: