PROMO TOPIK
02-22-2016 Dilihat: 1,364
02-09-2016 Dilihat: 1,368
02-08-2016 Dilihat: 1,160
08-11-2015 Dilihat: 1,812
07-05-2015 Dilihat: 970


myAds
Share:Facebook Twitter
Rating:
  • 0 Vote(s) - 0 Average
  • 1
  • 2
  • 3
  • 4
  • 5
yaoming
Euthanasia 'suntik mati', setuju atau tidak?
bentuk dari euthanasia bukan hanya suntik mati saja, bisa melalui obat atau jenis lainnya.
dimana di Indonesia hal itu di larang, tapi di bbrp negara luar negeri di bolehkan.

utk sedikit referensi, berikut dari wikipedia
https://id.wikipedia.org/wiki/Eutanasia


salah satu alasan pelarangan euthanasia adl faktor agama
tapi, dalam ruang umum & demokrasi. sekedar wacanan & pendapat pribadi dibolehkan.

jadi, setuju atau tidak ttg euthanasia? jelaskan alasannya

(pendapat saya akan saya posting terpisah)
( diedit: 12-01-2016, 09:47 PM )
Kutip
yaoming
ingin mengulas hal ini, saat melihat info ttg seorang alkoholik yg frustasi dan ingin eutanasia. yaitu sbb:
https://health.detik.com/read/2016/11/30...untik-mati

kasus2 sebelumnya biasanya adl orang yg sakit parah.
& banyak varian dari eutanasia, yg ingin saya tanggapi dlu adl yg sukarela = persetujuan pasien


secara umum pendapat saya adl : sedikit persen setuju (diplomatis sekali kan haa2  Cool )

kita coba melihat scr komprehensif,

kita mulai ambil dari sudut pandang agama dulu (wah sensitif nih, tenang ... kita coba lihat agama scr sehat)

eutanasia sering di kaitkan dng bunuh diri
& agama melarang bunuh diri, titik
eh, ... ternyata ada yg bom bunuh diri. (oke jangan dibahas panjang lebar).

agama melarang membunuh, tanpa 'alasan yg di benarkan'
mentafsir 'alasan yg di benarkan' ini juga akan panjang lebar. pending ah ...

bunuh diri = frustasi, putus harapan. lha punya Tuhan kok putus harapan, berarti tdk yakin = tdk beriman (wuih tafsirnya kasar amat ya Tongue ) , paling ga pasrah kek.

lha ga kuat menahan sakit, bunuh diri aja. wait .. wait.. kata agama : sakit itu menghapus dosa.
klo ga percaya agama gmn? lha udah ga percaya, cemen menahan sakit. mon2 Big Grin

oke balik ke kasus diatas ttg si alkoholik yg memilih euthanasia, krn frustasi, ga mau merepotkan keluarga, atau mungkin malah membahayakan orang lain ketika ga sadar pas mabuk

selama mampu, keluarga yg bertanggung jawab tentu akan membantu. krn ini adl bentuk amalan baik dari yg bersangkutan. jika sungkan berarti = melarang orang lain berbuat baik.
& jika keluarga tdk mampu & tdk bertanggung jawab itu lain hal. ga perlu dipikir oleh pelaku, mikir sendiri aja kuwalahan.

lha tentang kemungkinan, membahayakan orang lain gmn?

berikut 'pelajaran' dr sebuah kisah dari sumber agama :
'alkisah ada guru yg sedang membunuh seseorang. lha si murid menanyakan prilaku sang guru. lalu gurunya menjelaskan bahwa seseorang yg telah dibunuh itu dimasa depan bisa membahayakan banyak orang (guru kan biasanya sakti, mampu menerawang)'

nah dari kisah tadi, mungkin bisa dijadikan varian tafsir. jika memang cenderung atau kemungkinan besar bisa membahayakan banyak orang. permintaan euthanasia (atau malah tanpa persetujuan pasien) bisa di jadikan kebijakan yg berwenang.
dari kisah inilah saya muncul pendapat = sedikit persen setuju. tapi penerapannya tdk serampangan tentunya.

tapi dari kasus diatas, mungkin belajar dari indonesia. misal bisa di pasung dulu ato gimana. ato pemerintah menyediakan tempat semisal lingkungan berolahraga, aktifitas dll

bersambung
( diedit: 12-01-2016, 11:14 PM )
Kutip
yaoming
dari sudut pandang negara Indonesia yg melarang eutanasia
meski dilarang, mungkin aja ada yg melanggar scr diam2.
btw, banyak terjadi kasus2 bunuh diri. lha apa hubungannya? ah emboh ... Huh

mungkin ada orang yg semprul nclethuk (nyablak) : mau euthanasia, mau bunuh diri terserah. malah ngurangi saingan cari makan. dunia jadi lega.  haaa .... Wow  wak wau
( diedit: 12-01-2016, 11:26 PM )
Kutip

Komentar
Untuk komentar silahkan ...
---atau---

Loncat forum ke: