PROMO TOPIK
02-22-2016 Dilihat: 2,278
02-09-2016 Dilihat: 2,023
02-08-2016 Dilihat: 2,412
08-11-2015 Dilihat: 2,901
07-05-2015 Dilihat: 1,756


Share:Facebook Twitter
Rating:
  • 0 Vote(s) - 0 Average
  • 1
  • 2
  • 3
  • 4
  • 5
WinnerOne
Ibu Wajib Tahu! Ini Bahaya Penggunaan Gadget Pada Anak
[Image: STOP-BERI-ANAK-GADGET-INI-10-BAHAYA-PENG...A-ANAK.jpg]
Ebaba - Banyak dari orang tua yang dengan mudahnya memberikan gadget seperti smartphone kepada anak, dengan alasan agar anak tidak menjadi cengeng dan anteng. Namun, sebenarnya hal ini malah akan memberikan dampak buruk yang berkepanjangan pada anak. bagi para orang tua, sebaiknya simak 10 bahaya pengguna gadget pada anak yang harus di ketahui.

1. Obesitas
Bahaya penggunaan gadget pada anak yang pertama adalah obesitas. Anak yang diperbolehkan menggunakan gadget, akan memiliki resiko lebih besar obesitas dibandingkan dengan anak yang tidak menggunakan gadget. Anak-anak yang menggunakan gadget memiliki risiko obesitas sebanyak 30%. Padahal, diketahui obesitas pada anak dapat meningkatkan risiko stroke dan penyakit jantung.


Anak yang dilahirkan dari ibu hamil dengan diabetes bisa terkena resiko diabetes dini lebih besar, selain itu kelainan jantuk yang terjadi sejak lahir juga bisa memperburuk kondisi anak yang kurang beraktifitas fisik.

2. Pertumbuhan Otak Terganggu

Bahaya penggunaan gadget pada anak yang pertama adalah obesitas. Anak yang diperbolehkan menggunakan gadget, akan memiliki resiko lebih besar obesitas dibandingkan dengan anak yang tidak menggunakan gadget. Anak-anak yang menggunakan gadget memiliki risiko obesitas sebanyak 30%. Padahal, diketahui obesitas pada anak dapat meningkatkan risiko stroke dan penyakit jantung.

Anak yang dilahirkan dari ibu hamil dengan diabetes bisa terkena resiko diabetes dini lebih besar, selain itu kelainan jantuk yang terjadi sejak lahir juga bisa memperburuk kondisi anak yang kurang beraktifitas fisik.

3. Kurang Tidur

Bahaya penggunaan gadget pada anak dapat mengakibatkan kurang tidur. 75% anak usia 9-10 tahun mengalami kurang tidur karena penggunaan teknologi tanpa pengawasan. Kekurangan tidur akan berdampak buruk pada nilai sekolah anak, sebab otak akan berkembang dengan baik pada saat anak tidur dengan cukup.

4. Radiasi

WHO (World Health Organization) mengategorikan ponsel/smartphone dalam risiko 2B karena radiasi yang dikeluarkannya. Apalagi, anak-anak lebih sensitif terhadap radiasi karena otak dan sistem imun yang masih berkembang sehingga risiko mengalami masalah dari radiasi gadget lebih besar dari orang dewasa.

5. Kelainan Mental

Bahaya penggunaan gadget pada anak dapat meningkatkan risiko depresi, gangguan kecemasan, kurang atensi, autism, kelainan bipolar, psikosis, dan perilaku bermasalah lainnya. Hal ini merupakan hasil penelitian di Bristol University tahun 2010.

Selain terjadi kelainan mental, bahaya penggunaan gadget pada anak juga berpotensi terhadap timbulnya sifat agresif pada anak. Seperti yang telah kita ketahui bahwa banyak konten-konten berbau seksual dan kekerasan, tersebar di dunia maya yang dapat memicu timbulnya perilaku agresif pada anak. Apabila tidak ada pengawasan dari orang tua, maka anak akan bisa memiliki perilaku yang negative dam bahkan dapat menyerang orang lain dikemudian harinya.

6. Pikun Digital

Konten media dengan kecepatan tinggi berpengaruh dalam meningkatkan risiko defisit perhatian, sekaligus penurunan daya konsentrasi dan ingatan. Pasalnya, bagian otak yang berperan dalam melakukan hal itu cenderung menyusut.

7. Adiksi



Karena kurangnya perhatian orangtua (yang dialihkan pula oleh gadget), anak-anak cenderung lebih dekat dengan gadget mereka. Padahal, hal itu memicu adiksi sehingga mereka seakan tak bisa hidup tanpa gadget mereka.



8. Kecanduan



Orangtua yang terbiasa hidup dengan gadget, seringa kali membuat anak merasa tidak diperhatikan dan bahkan asyik sendiri dengan smartphone atau tabletnya. Dampaknya, hal tersebut menjadi kebiasaan dan bisa menimbulkan kecanduan terhadap gadget. Penelitian Gentile menyebutkan, 1 dari 11 anak yang berusia antara 8-18 tahun kecanduan teknologi gadget.



9. Kemampuan bersosialisasi berkurang



Pengguna gadget tetap mampu untuk bersosialisasi dengan melakukan hubungan melalui berbagai aplikasi yang ada. Namun anak-anak juga perlu untuk memiliki kemampuan membaca emosi orang lain, caranya tentu dengan melakukan interaksi langsung dengan bertatap muka. Itu sebabnya, pembatasan waktu dalam penggunaan gadget adalah jalan keluar terbaiknya.



10. Tidak berkelanjutan



Anak-anak adalah masa depan kita, tapi tidak ada masa depan bagi anak-anak yang terlalu sering menggunakan teknologi canggih, demikian yang diungkapkan peneliti Cris Rowan. Menurutnya, sebuah edukasi yang berasal dari gadget tak akan bisa bertahan lama dalam ingatan anak-anak. Oleh sebab itu, pendekatan pendidikan melalui gadget tidak akan berkelanjutan bagi anak-anak tersebut, sehingga perlu untuk dibatasi.

Jadi, mulai saat ini diharapkan para orang tua jangan terlalu menganggap remeh dalam memberikan gadget kepada anak tanpa pengawasan dari orang tua. Karena pemberian gadget secara berlebihan, dapat membahayakan buah hati kedepannya.
https://ebaba.com/
Banyak dari orang tua yang dengan mudahnya memberikan gadget seperti smartphone kepada anak, dengan alasan agar anak tidak menjadi cengeng dan anteng. Namun....
Kutip

Komentar
Untuk komentar silahkan ...
---atau---

Loncat forum ke: